February, 2011 Archive

Feb 28

craig newmanSitusnya boleh dibilang sangat minimalis, hampir bersih dari tampilan tampilan banner atau animasi iklan, mengenakan biaya sangat rendah terhadap sebagian kecil pengunjungnya, memiliki domain .org dan bukan .com seperti situs-situs lain, dan memiliki 23 pekerja.

Melihat hal tersebut jangan keburu anda Under Estimated, karena walaupun memiliki tampilan sederhana, Craigslist mengakumulasikan 16,1 juta tampilan halaman dan Tiap jamnya ada 75 orang atau 1800 orang perhari yang meluncur ke craiglist dan menjadi situs 50 besar yang paling banyak dilihat di Amerika berdasarkan comScore Media Metrix.

Craigslist milik Newmark menjadi candu bagi banyak pihak yang secara spontan menyegarkan kembali daftar barang-barang gratis, “bersambutan hangat,” dan iklan pribadi selagi lari dari pekerjaan sehari-hari.

57149410

Hal yang paling penting, situs itu dengan kekuatannya sendiri hampir menghancurkan bisnis iklan yang dikategorikan sebagai offline. Di area pantai San Francisco saja, satu penelitian menemukan, situs tersebut menguras USD 65 juta per tahun dengan porsi iklan pendukung kelangsungan hidup surat kabar lokal.

Pendiri Web Site ini adalah Craig Newmark, seorang Software engineer yang telah bekerja selama 30 tahun di IBM dan Bank of America. Tahun 1995 bermula dari ke isengan Craig membuat daftar email untuk teman-teman untuk memberitakan peristiwa yang terjadi di San Francisco Bay Area, Craig pun membuatnya menjadi Website. Ternyata web tersebut yang semula adalah proyek sampingan di ruang tamu, ternyata malah menjadi salah satu web yang sibuk di Internet dimana sangat membantu orang-orang dengan kebutuhan sehari-hari dasar seperti mencari pekerjaan, apartemen dan tanggal, semua dalam budaya kepercayaan. Akhirnya tahun 1999 Craig pun memutuskan untuk keluar dan Full Time mengurus CraigList ini.

cl1

cl2

cl3

Kantornya sendiri berlokasi di San Francisco, California. Dan Seperti Tampilan Webnya, kantornya pun terbilang sederhana. Mungkin inilah Perusahaan Internet yang paling bersahaja.

Feb 28

Platform Blog saat ini hampir kebanyakan di dominasi oleh Wordpress dan disusul oleh Blogspot lalu Tumblr. Sisanya di perebutkan oleh Platform Blog yang kurang terkenal seperti Drupal, TypePad, Jomla dan LiveJOurnal. Tapi hal tersebut tak menyurutkan Yahoo! untuk ikut meluncurkan platform blog tersendiri. Untuk Indonesia sendiri platform ini belum resmi diluncurkan, tapi dengan bersifat open beta Anda dapat mendaftar dengan akun Yahoo! Anda, ataupun menggunakan akun Google dan Facebook, untuk dapat menggunakan platform ini. Di sejumlah negara lain, seperti Korea, layanan ini nampaknya sudah tersedia sejak tahun 2010 yang lalu.

Yahoo! blog ini memiliki fitur dasar untuk mengkustomisasi layout, mengunggah atau mentautkan foto dan video, serta memiliki editor rich-text dan HTML. Perbedaan unik Yahoo! Blog terhadap platform blog yang lain adalah:

  1. Widget untuk men-track performa blog di dashboard. Anda dapat mengecek pageviews, komentar, dan aktivitas dasar di blog
  2. Mengatur halaman untuk membuat halaman depan atau membuat halaman khusus bagi foto saja misalnya
  3. Membolehkan kita mengatur sendiri lisensi dari konten

yahoo-blog-licenseTersedia pula pilihan tema dan pilihan berapa kolom yang ditampilkan oleh Anda. Di antara kesemuanya, memang sesuatu yang agak beda adalah pilihan untuk melisensi pilihan kita sendiri. Ada enam pilihan lisensi di luar All right reserved, yaitu Attribution Creative Commons, Attribution-ShareAlike Creative Commons, Attribution-NoDerivs Creative Commons, Attribution-NonCommercial Creative Commons, Attribution-NonCommercial Creative Commons, Attribution-NonCommercial-ShareAlike Creative Commons, dan Attribution-NonCommercial-NonDerivs Creative Commons. Saya pribadi tidak mengerti banyak soal lisensi seperti ini. Silakan membaca penjelasannya lebih lanjut tentang masing-masing lisensi di situs Creative Commons.

Untuk vanilla URL sendiri Anda bisa mendapatkan URL yang Anda diinginkan jika masih ada, walaupun secara default akan diberikan alamat dengan karakter aneh terlebih dahulu. Contoh misalnya untuk masing masing user, bisa memilih alamat URL http://blog.yahoo.com/usernama. Hanya saja untuk tiap-tiap artikel, nampaknya belum dapat mengimplementasikan suatu permalink yang lebih bersahabat, misalnya dengan penomoran sederhana atau lebih baik lagi tautan berdasarkan judul tulisan, seperti yang bisa diedit di platform WordPress atau Tumblr.

yahoo-blog-dashboard

Bagaimana prediksinya? Di pasar yang sudah didominasi oleh Blogspot, WordPress.com, dan Tumblr, rasanya seh platform blog yang ditawarkan oleh Yahoo! tidak memiliki kelebihan, bagi dari sisi desain, cara pengaksesannya (misalnya mudah dikirim via email atau aplikasi) maupun kemudahan penggunanya. Hal ini bisa keliatan leh kekurangantusiasan pengguna layanan ini, meskipun secara statistik data belum pasti. Jadi kita tunggu saja perkembangan, tapi tidak ada salahnya khan kita coba coba mencicipi Platform Blog Yahoo! ini

Feb 21

imagesDi tahun 1979 di iran, terjadi Revolusi dimana Pemerintahan Shah Iran di tumbangkan oleh Ayatullah Khomenei, dengan dukungan rakyatnya, Shah Iran pun lengser dan Iran pun berganti menjadi Negara Republik Islam Syiah. Pengaruh Revolusi Iran ini pun merebak ke negara negara bermayoritas Islam tetapi hanya berhenti menjadi Inspirasi revolusi baru saat itu.

Kemudian Di Indonesia sebagai negara Muslim Terbesar di Dunia Tahun 1998 terjadi Gelombang unjuk rasa mahasiswa yang akhirnya berhasil menumbangkan kekuasaan Suharto selama 32 tahun, dan akhirnya Indonesia pun bertransisi dari negara Otokrasi menjadi negara Demokratis. Dampak dari model demokrasi di Indonesia ke Timur Tengah sebagai sesama negara Islam ternyata tidak mau di tiru oleh negara negara ISlam Timur Tengah dan tetap mempertahankan sistem Otokrasinya.

Kisah Revolusi Iran 1979 dan Indonesia 1998 adalah kisah model revolusi 1.0. Dimana untuk menumbangkan penguasa, orang perlu berkumpul di satu tempat. Mereka berunjuk rasa bersama-sama meniru demo ala Mahasiswa di DPR atau Tragedi Tiananmen. Lalu menggabungkan energi kemarahan sehingga menghasilkan tuntutan yang meledak-ledak.

1imagesTapi sejak kemajuan Internet di era Web 2.0, orang tak perlu berkerumun di satu tempat untuk menggerakkan people power. Sejak meluasnya Pemakaian Facebook dan Twitter kini orang bisa menyuarakan pendapatnya dengan lantang . Facebook dan Twitter jauh merasuk ke relung-relung kantor, kampus, juga tempat-tempat nongkrong. Cukup teriakkan kepedihan bersama di Facebook, maka “Teman teman” akan mendukungnya spontan.

Lihat saja Revolusi Tunisia dan Revolusi Mesir. Hanya dalam hitungan hari, para pengunjuk rasa sudah terkumpul kerumunan yang terdiri atas lebih dari jutaan pendukung. Bermula dari peristiwa seorang tukang sayur berusia 26 tahun, Mohamed Bouazizi, melakukan aksi bakar diri karena barang dagangannya disita polisi di kota Sidi Bouzid pada 17 Desember 2010. Berita ini menyebar lewat Facebook dan Twitter dengan cepatnya dan menyulut kemarahan Rakyat. Akhirnya Revolusi Jasmine pecah 14 Januari 2011. Momen itu berhasil menggulingkan Presiden Zine al-Abidien Ben Ali yang lalim. Ben Ali menjadi orang Nomor 1 di Tunisia selama 23 tahun.

1revolusi-mesirGelombang Revolusi Tunisia itu akhirnya menyentuh Mesir. Rakyat Mesir yang saat itu merasakan suburnya korupsi membuat tingkat kesejahtaraan rakyat yang berada di luar lingkar kekuasaan sangat rendah, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan sangat tinggi, berita dari Tunisia mendorong Mereka menuntut perubahan dengan tuntutan mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak. Ribuan demonstran terus menggelar unjuk rasa dan mengabaikan kebijakan jam malam. Gelombang unjuk rasa menuntut perubahan politik di Mesir sejauh ini telah mengakibatkan ratusan orang tewas. Presiden Mubarak yang sudah bercokol 30 tahun, walau berusaha menolak mundur dari kekuasaan, dan merombak kabinetnya habis-habisan, tetap saja akhirnya berhasil diturunkan paksa dari kursi Presiden.

Kini akibat pengaruh Revolusi Tunisia dan Mesir bagai gelombang Tsunami reformasi itu menjalar ke semenanjung Arab lainnya Sudan, Yaman , Bahrain dan Libya.

Di Yaman Ribuan demonstran memenuhi jalanan Sanaa, Ibu Kota Yaman. Serupa di Tunisia dan Mesir, rakyat Yaman menghendaki perubahan total dalam pemerintah. Mereka menyatakan mosi tidak percaya pada rezim yang berkuasa saat ini. Warga Yaman kecewa. Pemerintah tak mampu memenuhi kesejahteraan rakyat. Selama lebih 30 tahun Yaman dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh. Itu dimulai saat Yaman masih menjadi Republik Yaman Utara.

DI Libya ratusan demonstran turun ke jalan berdemonstrasi menentang rezim pemerintah Muammar Khadafi yang telah berkuasa selama 42 tahun di Libya. Hal ini memaksa pemerintah Libya tidak membolehkan wartawan asing masuk ke negara itu. Saluran internet berulang kali diputus oleh pemerintah, yang menyensor informasi terkait peristiwa di Libya dan seruan demonstrasi yang dipublikasikan lewat facebook atau portal internet lainnya.

DI Bahrain berita Revolusi Tunisia dan Mesir mendorong Warga Bahrain meminta tampuk pimpinan pemerintahan yang didominasi Islam aliran Sunni diserahkan kepada kaum Syiah. Alasannya, 70 persen warga Bahrain merupakan umat Syiah.

Ada kesamaan dari semua Gerakan Unjuk Rasa di Timur Tengah ini, yaitu mereka semua menggunakan media Internet seperti Facebook, Twitter, Google, YouTube dan Media Sosial lainnya di Internet. Dalam gerakan ini, tak ada yang disebut superinfluential people, seperti teori Malcolm Gladwell dalam bukunya, The Tipping Point. Dulu setiap perubahan selalu membutuhkan orang berpengaruh. Polandia butuh Lech Walesa. Filifina Butuh Qory Aquino dan Kardinal Sin, Iran Butuh Ayatullah Khomenei, Gerakan reformasi 1998 di Indonesia butuh orang-orang seperti Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono, juga para orator mahasiswa.

Revolusi Model Timur Tengah sekarang ini tidak membutuhkan superinfluential people. Mereka tak butuh koordinator lapangan atau orang-orang yang mencari donasi untuk membeli nasi bungkus. Saat orang merasakan kepedihan yang sama, orang pun berkerumun di Facebook dan Twitter serta situs jejaring sosial lainnya. Tak peduli siapa yang meneriakkannya. Siapa yang kenal dengan Mohamed Bouazizi si Tukang Sayur di Tunisia? Mungkin 99 persen pendukung gerakan ini dipastikan tak mengenalnya.

facebook-egyptbannersDulu betapa repotnya mengumpulkan sejuta orang. Kini bisa terkumpul dengan beberapa klik komputer. Inilah Revolusi 2.0. Yaitu Revolusi Model Tunisia dan Mesir. Mungkin sekarang ini para pemimpin Sudan, Bahrain, Libya, Yaman, Arab Saudi dan Iran akan bilang, Ah, itu kan cuma di Facebook atau Ah, itu kan bukan gerakan kaum elite, bukan gerakan rakyat. Tapi keadaan bisa berbalik. Perubahan memang selalu dipelopori dari kalangan kelas menengah, baru kemudian menetes ke masyarakat kelas bawah atau atas. Sekarang sudah terbukti, gerakan lewat Jejaring Sosial dan MicroBlog di Internet bisa menjatuh dua Rezim yang sudah lama berkuasa.

Dalam Teori Revolusi bahwa bila pemerintah tidak bisa memberi keadilan, rakyat akan mencari keadilan sendiri dengan penuh amarah, unjuk rasa akan terus bergulir, membesar bak bola salju, dan akhirnya Revolusi.

Feb 18

Di masa 1990, Microsoft adalah perusahaan yang sangat di kagumi dan di benci oleh pesaing-pesaingnya, yang jadi sasaran tembak tentunya Bill Gates, mungkin ini terjadi karena dominasi Microsoft yang kuat dan cara berbisnis Bill Gates yang dianggap tidak Fair.

Ternyata pada kondisi tersebut malah melahirkan beberapa sindiran kepada Microsoft dalam bentuk Gambar yang sebenarnya lucu lucu kalau kita lihat dan perhatikan bagi User yang sangat Microsoft Minded.

Inilah Daftar Bug Windows jika dikumpulkan.

Beginilah cara Install Windows dengan Disk Drive… merepotkan

Berharap Komputer yang satu lagi Tidak Blue Screen Juga…Cape deh..

No Comment !!!!

Nafsu Microsoft yang hampir mirip dengan Nafsu Nazi

Beginilah Kalau semua Toolbar Microsoft Word di munculkan, mempermudah apa memperusak

Nasib Windows 98 kini

Siap Siaplah Sakit Kepala karena banyak Software Microsoft yang harus di Upgrade

Target Dominasi Microsoft yang mendekati 99 persen

Feb 12

Umumnya kalau kita surfing Internet Lewat BlackBerry atau Nexian, Browser yang sering di pakai adalah Opera Mini, ketika saya coba cari informasi tentang Browser mini ini ternyata menurut Opera dalam laporan State of Mobile Web-nya, Indonesia adalah negara terbesar pengguna peramban Opera Mini di bulan Mei 2010 mengalahkan musuh bebuyutan selama berbulan-bulan yaitu Rusia.

Selebihnya belum ada kejutan baru di perilaku pengguna. Situs yang paling banyak diakses ternyata masih Facebook, dan 10 besar alat yang digunakan masih didominasi Nokia.

Untuk situs lokal, posisi tertinggi saat ini masih dipegang oleh Detik.com. Menurut Ario Tamat, GM Mobile Detik.com, bahwa angka pageview per harinya untuk Detik.com berkisar di 7.5 juta per harinya.

Menurut Opera, pertumbuhan pengguna Opera Mini dari Indonesia setahun terakhir naik 570%. Pertumbuhan ini tentunya didukung oleh maraknya ponsel Cina yang berkisaran harga di bawah 1 juta rupiah namun sudah berkemampuan jelajah internet, bahkan banyak di antaranya yang sudah ada Opera Mini terinstall langsung.

Opera Mini memang solusi yang sempurna untuk perangkat kelas bawah dan menengah, karena kemampuannya menerjemahkan halaman website biasa untuk tataletak layar kecil.

Opera mengatakan bahwa pengguna Opera Mini telah mencapai 90,36 juta pengguna sedangkan Opera Mobile telah memiliki 15 juta pengguna. Opera juga menambahkan pengguna mereka untuk peramban di PCadalah 50 juta.

screen-shot-2011-02-11-at-112032-am1

Opera juga menambahkan bahwa, jumlah pengguna mereka sebenarnya lebih dari 105 juta pengguna, karena data pengguna ini dikumpulkan dari data pengguna yang mengunduh versi publik dari peramban Opera Mini dan tidak termasuk preinstalled Opera Mini pada perangkat bergerak yang dilakukan oleh operator

eperti yang dituliskan pada rilis resmi, untuk pertumbuhan pengguna Opera Mini bulanJanuari 2010 Januari 2011 mengalami pertumbuhan sebanyak 40,6 juta pengguna, dan bertumbuh sebesar 5,6% dari Desember 2010. Jumlah halaman yang diakses oleh pengguna Opera Mini pada bulan Januari 2011 sebesar 53,2 juta halaman, bertumbuh sebesar 12,1% dari bulan Desember 2010.

Untuk konsumsi data, pada bulan Januari 2011 pengguna Opera Mini telah mengkonsumsi data lebih dari 804 juta MB dari seluruh operator di seluruh dunia, bertumbuh 13,8% dari bulan Desember 2010. Lebih dari 7,4 petabytes kompresi data bagi pengguna Opera Mini.

Untuk pertumbuhan pengguna di Asia Tenggara, 10 negara paling teratas pengguna Opera Mini adalah Indonesia, Vitenam, Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja, Laos dan Myanmar.

Data pertumbuhan dari bulan Januari 2010 antara lain, pertumbuhan page-view paling tinggi ada di negara Kamboja dan Filipina (masing-masing: 567,3% dan 469,5%), Filipina dan Vietnam memimpin untuk 10 negara paling bertumbuh di sisi pengguna unik (masing-masing: 346,4% dan 164,9%), sedangkan untuk Filipina dan Kamboja memimpin untuk pertumbuhan data yang di transfer (405,4% dan 353,7%). Brunei memimpin untuk perumbuhan page-view per pengguna.

Selain berita tentang data pertumbuhan dari pengguna, ada satu berita lagi yang cukup menarik untuk ditunggu kehadirannya, Operaakan merilis versi terbaru dari Opera Mini untuk Android, iPhone, J2ME, BlackBerry, Symbian serta iPad. Rilis ini akan diumumkan pada Mobile World Congress di Barcelona pada tanggal 14-17 Februari 2011. Opera juga akan mengumumkan debut versi terbaru dari Opera Mobile untuk Android serta Symbian.

Feb 07

Dalam dunia bisnis, kita sering dengar kata “branding”, “marketing” dan “iklan”. Tapi kata Branding yang paling sering di sebut sebut. Kemudian adalagi kata Merk, atau bisa di sebut sebagai identitas. Banyak pakar bisnis bilang kalau kita mengeluarkan anggaran untuk beriklan dan pemasaran tanpa memperdulikan posisi merek, itu sama saja dengan menumpuk uang lalu membakarnya.

Branding adalah konsep yang ternyata paling banyak salah dimengerti dalam dunia pemasaran. Branding bukanlah periklanan dan bukan pula pemasaran atau humas. Branding adalah cara membentuk konsumen potensial agar memandang Anda sebagai satu satunya pemecahan masalah mereka. Begitu anda dipandang sebagai satu satunya, tidak ada tempat lain untuk berbelanja.

Produk atau layanan Anda bukanlah merek perusahaan, logo, atau Kartu nama Anda. Merek adalah “kepribadian sejati perusahaan”. Merek adalah apa yang dipikirkan dan dikatakan konsumen.

Merek adalah sebuah janji dan branding merupakan tindakan mewujudkan janji yang dibuat perusahaan kepada dunia. Pemasaran ibarat kotak peralatan yang berisi Branding, iklan, direct email, riset pasar, relasi dan lain lain. Iklan bisa berupa iklan cetak (surat kabar, majalah), iklan out door (billboard, spanduk), Iklan Banner di Internet atau di TV, Radio. Tujuan Iklan adalah menarik perhatian, menciptakan persepsi positif, dan mendorong suatu reaksi selagi menyampaikan informasi yang akan dianggap relevan bagi kebutuhan konsumen.

Jika Anda belum menemukan spesifikasi merek perusahaan Anda, jangan habiskan satu rupiah pun untuk pemasaran sampai Anda berhasil. Meski semua orang kenal dengan merek merek global seperti Apple, Nike, Coke dan Nokia, perusahaan kecil juga dapat mengembangkan merek potensial serta memasarkannya dengan sukses.

Suatu Merek menciptakan image dalam benak konsumen, yang menyimpulkan adanya sesuatu yang berbeda dari perusahaan Anda. Berikut di bawah ini adalah daftar 10 perusahaan lokal Indonesia yang berhasil melakukan branding mereknya sehingga menjadi besar melebihi ukuran perusahaannya sendiri.

OUVAL RESEARCH

Maraknya komunitas skateboard di Bandung membuat trio Rizki, Maskom dan Firman, pada 1997 menciptakan Ouval Research. Tujuan semuala adalah untuk menyuplai peranti juga fesyen buat para skateboarder.”Saat itu, kalau harus beli, rasanya mahal,” kata Rizky.

Pada tahap awal, Ouval Research merilis produk pakaian, seperti kaus, jaket, celana panjang, dan tas. “Kami berpikir untuk membuat produk yang mewakili komunitas kami,” ujar Rizki.

Maka, sebagai langkah pembuka pasar, Rizki cs menawarkan produk Ouval pada komunitas terdekatnya yang memiliki minat olahraga, selera musik, serta pakaian yang sama.

Waktu itu kondisi sedang krisis ekonomi. Harga barang impor naik semua. Toh, tak mudah menegakkan usaha baru tersebut. Mereka mesti berjuang meyakinkan para pelanggan bahwa produk yang ditawarkan tak kalah berkualitas dari produk asing. “Itu susah,” imbuh Rizki. Orang lebih dulu ragu dengan kualitasnya, karena harganya jauh lebih murah.

Apalagi, saat itu mereka masih menggunakan cara berdagang dari pintu ke pintu alias door to door. “Semua turun tangan dalam hal pemasaran,” ujarnya.

Karena keterbatasan modal dan waktu, maka mereka membuka pula layanan jasa usaha lain untuk memproduksi pesanan pakaian atau tas. “Modal terbatas, karena mayoritas kami baru lulus kuliah,” kata Rizki.

Kekuatan label ini terletak pada koleksi kaosnya yang hadir dengan print unik dan erat sekali dengan budaya street style yang dinamis, fun dan berjiwa muda. Dari kaos, koleksi Ouval Research berkembang hingga ke aksesori, mulai dari tas, sepatu, bahkan sampai MP3 dan otopet. Kini Ouval Research semakin memperlihatkan keseriusan dan kemajuan bisnisnya hingga mengekspor produknya ke mancanegara seperti Singapura di butik Fyeweraz dan skateboard di Jerman.

Le Monde

Le monde diambil dari Bahasa Prancis yang artinya dunia. Perusahaan ini merupakan bisnis keluarga memiliki yang didirikan oleh Zakiah Ambadar (Jackie Ambadar) dengan aset Rp 13 miliar dengan omset Rp 3 miliar per bulan. Saat ini, perusahaan perlengkapan bayi ini mempunyai 10 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bogor dan Malang. Selain memiliki banyak outlet, Le Monde telah melakukan franchise sejak tahun 2001.

Pengalaman pertama menjajakan produk dagangnya yaitu memasang display satu kamar tidur lengkap di Pasaraya, begitu jam pertama dibuka langsung bisa terjual habis diborong oleh istri pejabat. Saat itu pengelola Pasaraya sempat menegur Jackie karena ia tidak menyediakan stock atau cadangan.

Setelah sukses di Pasaraya, Jackie Ambadar yang sekaligus menjadi Managing Director PT Lembanindo Tirta Anugrah, kemudian melabarkan sayap usahanya dengan menjual Le Monde di pasar Melawai. Permintaan ternyata cukup tinggi, sehingga pihaknya kewalahan memenuhi permintaan konsumen.

Guna memenuhi permintaan pasar, Jackie lalu mendirikan pabrik di Ciawi, Bogor. Bersamaan dengan itu, pada tahun 1984 Le Monde juga membuka Kantor Pemasaran di kawasan Jl Radio Dalam Raya No. 88, Jakarta Selatan. Pembukaan outlet di Jl Radio Dalam ini dimaksudkan untuk merealisasikan toko sendiri, menjaga cash flow karena department store melakukan pembayaran yang relatif lama yaitu 45 hari, padahal Le Monde harus membayar pada supplier atau penyedia bahan-bahan produksi dengan jangka waktu 20 hari. Selain itu, tentu saja pembukaan tersebut sebagai wujud dari keinginan untuk lebih dekat dengan konsumen.

Jackie melihat bahwa produk-produk yang dijual di pasaran seperti di sejumlah department store selama ini tidak pernah lengkap. Karenanya ketika Le Monde bisa menyajikan display secara lengkap banyak pengunjung senang, katanya.

Kini produk produk Le Monde sudah di ekspor keberbagai negara di Asia, Australia, Jerman, hingga negara Timur Tengah seperti Kuwait dan Bahrain. Berkat keberhasilannya menjaga mutu prima, Le Monde pernah menyabet penghargaan Best Asean Infant Wear 2005.

Mimsy

Christyna Theosa seorang mahasiswi Art Center College of Design Pasadena, Perempuan kelahiran Tuban, 2 Januari 1982 ternyata sukses dengan tas buatannya yang di beri nama label Mimsy pada 2004. Ia banyak bereksperimen dengan bahan dan warna untuk menciptakan desain yang elegan, unik, dan classy, namun juga seksi dan funky.

Ia mendesain clutch-nya dengan bahan terbaik seperti kulit Italia, kain lace Jepang dan Prancis, pita sutra, beludru, hingga kristal Swarovski. Semua tas dan clutch-nya juga dilapisi dengan bahan suede Italia dan satin. Tas-tas buatannya ini dijual dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta.

Christyna memasarkan koleksinya door to door, sampai akhirnya memutuskan untuk memilih jalur konsinyasi dengan toko tas dan pakaian di daerah Main Street, Santa Monica, CA. Lingkungan itu adalah daerah perkantoran orang-orang film Hollywood dan studio film, ujarnya.

Tas Mimsy yang bergaya edgy ternyata diminati, dan penjualannya terus melesat. Christyna pun kemudian menyasar pecinta fashion dengan budget terbatas dan membuat label Clementine yang dibandrol Rp 158 ribu Rp 600 ribuan. Perbedaan ada pada bahan bakunya, Namun kualitas sama baiknya, terangnya lagi.

Kini tas karyanya bisa ditemui di Amerika (New York, Los Angeles, Chicago), Jepang, Malaysia, dan tentunya Indonesia (Grand Indonesia Shopping Town). Koleksi tas ini juga bisa diakses di www.mimsycollections.com.

Saat ini Christyna telah bekerjasama dengan label internasional seperti Bebe dan Urban Outfitters. Untuk Bebe, dia menciptakan tas Mimsy limited edition. Christyna juga tidak melupakan akarnya sebagai wanita Indonesia, setiap tahun dia menciptakan koleksi tas dengan unsur Indonesia.

PeterSaysDenim

Adalah nama Label Celana Jins yang cukup terkenal di Bandung, didirikan oleh Peter Firmansyah, Produk-produknya sudah diekspor ke beberapa negara. Bahkan jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim.

Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth. Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal. “Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.

Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. “Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.

Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.

Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong. “Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he,” kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.

Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.

Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. “Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa.

Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. “Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu,” katanya.

Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.

“Pokoknya, saya mau menjajah negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas,” ujarnya.

Al Madad

Al Madad adalah merek cokelat yang digagas Sofihah dan mulai dikenal pasar lokal sejak 2008 lalu. Sofihah memang berniat mengangkat kekhasan lokal Banten dari produk cokelatnya. Mulai penamaan yang bernuansa religi dan budaya khas Banten, hingga penggunaan bahan baku cokelat yang berasal dari sejumlah pabrikan cokelat di Banten. Sejumlah pabrikan ini juga menggunakan bahan baku cokelat dari perkebunan yang ada di provinsi berusia 10 tahun ini.

“Indonesia penghasil cokelat terbesar di dunia. Perkebunan cokelat di Serang, Banten, juga terbesar di tingkat Asia. Jadi tak perlu jauh-jauh menikmati cokelat, karena semuanya ada di negeri sendiri,” katanya, menambahkan bahwa perkebunan cokelat di Serang berhasil mengekspor cokelat untuk pertama kalinya pada tahun 2010.

Dengan Modal Rp 10 juta, usaha berkembang dalam dua tahun Sofi menghitung, modal awal membangun usaha perdananya ini sekitar Rp 10 juta. Bahan baku yang didapat tak jauh dari tempat tinggalnya di Serang membantunya mengurangi sejumlah biaya. Sejumlah alat mesin maupun manual yang dibutuhkan untuk produksi cokelat juga termasuk dalam modal awal ini.

Kini, setelah dua tahun berjalan, produksi rata-rata hariannya lebih dari 200 cokelat. Omzetnya mencapai Rp 12 - 15 juta per bulan dengan profit lebih dari 20 persen.

Sofi juga berhasil mengembangkan bisnis cokelatnya dengan membuka tiga outlet di supermarket dan mall.

Fokus pada pengembangan produk Meski dekat dari sumber daya alam cokelat, Sofi mengaku lebih efisien membeli bahan baku setengah jadi dari pabrik cokelat. Sofi lebih banyak menggunakan dark chocolate pada produknya.

“Membeli bahan baku mentah dari kebun membutuhkan biaya lebih tinggi untuk pengolahan. Saya lebih memilih membeli bahan baku pabrikan dan fokus pada pengembangan produk,” katanya.

Benar saja, dalam dua tahun cokelat Al Madad memiliki lebih dari tiga varian olahan cokelat. Tahap awal, Sofi mengenalkan cokelat berbentuk stik bergambar bunga atau binatang. Anak-anak menjadi sasaran pasar Sofi pada tahap awal membuka bisnisnya yang belum diberi nama Al Madad. Cokelat stik kreasi Sofi semakin berkembang pada 2009 dengan model edible. Cokelat stik dengan model gambar dari bahan kertas gula yang aman dimakan. Sofi juga menerima permintaan khusus, dengan mengganti gambar atau foto tokoh kartun pada cokelat edible, dengan foto pribadi.

Kurang dari setahun, Sofi menangkap peluang lain untuk mengembangkan usahanya. Al Madad kemudian hadir dalam bentuk cokelat batangan dengan dua pilihan ukuran, 80 gram dan 60 gram. Variasi rasa juga memperkaya pilihan produk. Cokelat batangan Al Madad terdiri atas rasa kismis, kacang mede, kurma, dan kacang tanah.

Selanjutnya Sofi menambah lagi varian produk dengan model cokelat praline. Dengan kemasan unik dan cantik, cokelat praline buatan Sofi berhasil menarik pasar. Prinsip melayani sesuai permintaan membuat bisnis cokelat miliknya semakin berkembang.

“Cokelat praline bisa dipesan sesuai permintaan, baik ukuran maupun tulisan. Misalnya, cokelat bertuliskan I Love You untuk hadiah valentine,” katanya.

Cokelat praline ini berbentuk bulat berukuran kecil yang dikemas dalam wadah plastik transparan. Isinya beragam, mulai dua buah cokelat. Cokelat bulat kecil ini berisi varian rasa seperti cokelat cair, strawberry, blueberry, atau nanas. Cokelat model ini umumnya banyak dipesan menjelang lebaran. Kemasannya yang cantik layak dijadikan hantaran lebaran atau sebagai hadiah.

Berganti skema pemasaran Bisnis bagi Sofi memerlukan keberanian mengambil risiko. Gagal bukan menjadi hambatan baginya. Mencari skema pemasaran yang lebih tepat menjadi tantangan tersendiri bagi Sofi.

Saat pertama kali mengenalkan produk cokelat lokal, Sofi mengaku mengalami kesulitan. Namun motivasi kuat untuk berbisnis dan membuka lapangan kerja mendorongnya untuk tetap bertahan dan semakin berkembang.

Mengandalkan brosur dan rekanan distributor, Sofi mengenalkan cokelat stik sebagai produk perdananya. Melihat peluang bisnis online, Sofi mulai mengaktifkan situs merek cokelat Al Madad sebagai bentuk pemasaran lanjutannya. Lalu, Sofi juga menjual cokelatnya melalui sejumlah minimarket. Akhirnya, dengan bantuan dan dukungan keuangan dari BUMN Jasa Raharja melalui program pembinaan usaha kecil, Al Madad mulai dipasarkan di outlet milik Sofi di pusat belanja di Serang.

“Outlet di mall lebih eye catching. Setidaknya traffic pengunjung yang tinggi membuka peluang penjualan. Awalnya pengunjung hanya melihat-lihat, lalu karena tertarik mencoba, mereka kemudian membeli cokelat,” papar Sofi, yang mengaku omzet semakin meningkat sejak membuka tiga outlet.

Keunikan produk Al Madad tak hanya karena mengangkat kearifan lokal Banten. Sofi juga menyertakan brosur berisi pengetahuan seputar manfaat cokelat. Dengan begitu, konsumen lebih teredukasi mengenai nilai lebih dari cokelat yang bisa menimbulkan mood positif.

Produk lokal cokelat Al Madad di bawah kepemimpinan Sofi, membuktikan kemampuan bisnis skala kecil memenuhi permintaan konsumen dan menarik kepercayaan perusahaan untuk menjadi mitra. Dengan tambahan modal dari mitra, Sofi mampu menambah produksi cokelat untuk tetap konsisten memenuhi permintaan pasar. Dalam dua tahun, Al Madad dikenal sebagai produk unggulan khas Banten, serta berhasil menggaet pasar di kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Semarang. Bukan mustahil nantinya dark chocolate asli Banten ini mendunia. Toh sejumlah produk impor nyatanya mengambil bahan baku dari lahan yang sama, tanah Banten.

J.CO Donuts & Coffe

Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses. Tak kurang dari 168 jaringan salon dan 41 sekolah salon dimilikinya, namun insting sang penata rambut kemudian membawanya terjun ke bisnis makanan.

Sejak tahun 2003 ia aktif mengembangkan J.CO. J.CO adalah produk dalam negeri dengan menggunakan konsep dari luar negeri dan disempurnakan dengan modernisasi dan kualitas terbaik. J.CO ditujukan untuk menyerbu pasar asing.
Persiapan J.CO membutuhkan waktu yang lama.

Selama 3 tahun Johnny Andrean dan timnya mempelajari bisnis donat, mengeksplorasi resepnya, serta melakukan riset pasar dan sampling. Johnny meluncurkan J.CO dengan konsep “apa yang disukainya dan hal ini bisa diterima masyarakat”.

Tahun 2005, outlet pertama J.CO donuts ane coffe dibuka di Supermall Karawaci. Sejak itu J.CO terus mengembangkan sayap di berbagai mall diIndonesia. Dengan mengandalkan racikan donat dan kopi berkualitas internasional, perusahaan lokal dengan rasa internasional ini terus berkembang. J.CO bahkan ada di Malaysia dan Singapura.

Klenger Burger

Pada awalnya adalah Velly Kristanti dan suaminya, Gatut Cahyadi, ingin mencoba sebuah usaha sendiri, mereka pun nekat keluar dari pekerjaan dan memulai bisnis sendiri tahun 2004, dari bisnis advertising syariah, bisnis IT, ternyata semua berujung gagal. Kebetulan pada awalnya mereka punya usaha Pondok Sayur Asem di daerah Pekayon, Bekasi, yang sempat tidak mereka pedulikan. Berawal dari situ, ide membuat makanan untuk anak muda yang cepat, halal, dan nikmat pun terbersit dan burger dipilih sebagai pilot project-nya.

Segala macam buku tentang burger dipelajari hingga akhirnya Velly membuat sendiri burger yang Indonesia banget. Terbuat dari roti yang lembut dan daging berurat serta saus spesial, burger bikinan Velly ternyata digemari dan semakin laris dipesan. Intinya, bikin orang jadi ‘klenger’!. Begitulah nama ‘klenger’ akhirnya dikenal masyarakat, khususnya anak muda yang menjadi target market Klenger Burger.

Selain nama yang gampang diingat serta rasa dan servis yang memuaskan, Klenger Burger juga sukses dengan persebaran outletnya yang pada tahun 2010 ini berupaya mencapai target 100 outlet di seluruh negeri. Tak heran, Jelajah Negeri jadi tema Klenger Burger untuk tahun ini.

Sepertinya, target itu akan mudah tercapai mengingat hingga April 2010 ini, Klenger sudah mempunyai 63 outlet yang tersebar di Jabotabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan.Selain itu, ada 8 outlet yang mau opening, serta tambahan 6 outlet yang sedang dalam preparation juga.

Selain burger, Klenger juga memperkenalkan brand Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried and Grilled Duck. Pizza bikinan Klenger juga masih bercita rasa Indonesia, misalnya saja pizza balado dan pizza sate.

Klenger memang addict untuk membuat brand-brand baru di bawah PT Kinarya Anak Negeri (KAN), perusahaan yang digawangi Velly dan suami. Brand-brand ini pun mempengaruhi strategi marketing Klenger ke masyarakat, dan tentunya investor yang berminat menjadi Franchisee.

Kini, sudah ada Burins (Burger Instan) yang menganut konsep take away, dapat ditemui di jaringan Alfa Express dan Circle K, 2K (Klenger Kriuk) yang menyediakan menu burger dan pizza dengan tempat buat kongkow yang asyik, Foodteran dengan konsep kolaborasi Klenger Burger, Pizza Kriuk, dan Clemots Coffee dalam satu area yang menyuguhkan pilihan variasi lengkap dengan teknologi support Free WIFI.

Es Teles 77

Es Teler 77 bermula ketika Murniati Widjaja, memenangkan juara kompetisi memasak dengan membuat minuman tradisional Indonesia itu. Saat itu pada 1982. Murniati dengan dukungan suaminya membuka restoran khusus es teler yang diberinya nama Es Teler 77. Dua angka di belakang bukan tanpa makna. Bagi keluarga Widjaja, 77 merupakan nomor keberuntungan.

Modal Rp 1 juta dipakainya untuk mendirikan tenda kecil di emper pusat perbelanjaan Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat. Terkadang, dagangannya terpaksa tutup ketika hujan mendera dan genangan mulai meninggi.

Pada 1987, franchise pertama dibuka di Solo Jawa Tengah. Namun saat ini, Es Teler 77 telah mencapai 180 cabang dan mempekerjakan dua ribu orang, hampir di seluruh provinsi ada.

Tak hanya di dalam negeri, Es Teler 77 telah go international ke Singapura dan Australia, masing-masing tiga outlet. “Kami sedang bersiap merambah Beijing dan Jeddah dengan mengikuti pameran di sana pada Mei ini,” kata Anton yang merupakan generasi kedua dari bisnis ini.

Merambah luar negeri, Anton menyatakan, telah mendaftarkan hak cipta merek dagangnya. “Penting untuk mengamankan terlebih dulu hak cipta untuk menghindari copy cat dan penyalahgunaan merek,” ujarnya.

Keinginan untuk go international Anton mengakui tidak berorientasi pada keuntungan. Tidak bisa dianggap profit centre, untuk survei ke luar negeri saja membutuhkan biaya yang banyak.

Menginjakkan kaki ke Singapura dan Australia hanya untuk membangun merek. “Semacam visi tersendiri bahwa usaha kami bisa merambah global,” kata Anton.

Lagipula dengan menjual cita rasa khas Indonesia warga negara Indonesia yang hampir tersebar di seluruh dunia menjadi sumber pelanggan utama. Ditambah dengan komunitas yang dibangun dengan masyarakat lokal, di sana akan mengembangkan pasar.

Selain itu, alasan memilih negara seperti Jeddah dan Beijing juga karena karakter selera yang tidak jauh berbeda. Kalau di Jeddah karena banyak yang umroh dan bekerja di sana, maka menjadi pasar yang cukup besar, permintaan di dua negara itu juga banyak.

Sedangkan Beijing, akan menjadi pasar yang menjanjikan mengingat karakter masakan di kawasan Asia akan mengglobal. “Lihat saja di mall-mall Indonesia, tidak hanya masakan Indonesia tapi juga ada masakan China, Thailand, atau Vietnam,” ujarnya.

Hingga saat ini, Es Teler 77 telah membuka dua resto cepat saji, yakni di Jalan Aditiawarman dan Pantai Indah Kapuk. Menu andalan tetap pada es teler, bakso, dan mie ayam. “Itu menu-menu pertama kami,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, menu-menu baru hasil kreasi sendiri mulai bermunculan, seperti siomay, pisang bakar, roti bakar, nasi goreng, ayam goreng, dan sop buntut.

Bagi pemula waralaba, Anton membagi sedikit resep. Sebenarnya tidak terlalu sulit menjalankan bisnis, yang penting harus sadar bahwa konsep bisnis yang jelas merupakan faktor utama untuk dijual, dan kemudian harus fokus pada brand. Untuk fokus di brand yang sudah dibangun, perlu adanya standarisasi dalam produk.

Usahawan juga harus mau mulai dari bawah dan bertahap untuk mendapatkan kesuksesan. “Yang lain, dipertajam dengan pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Anton sengaja membidik segmen menengah ke bawah untuk usahanya. Agar usahanya tidak terlalu suka buka di mall yang mahal biaya sewanya. Balik modal rata-rata terjadi dalam dua tahun. Berbeda-beda tergantung lokasinya. Kadang di daerah malah bisa setahun balik modal, karena di sana investasi murah dan belum banyak saingan.

PARTNER IN CRIMES

Fahrani memang sudah malang melintang di dunia modeling Internasional. Namun cewek bernama lengkap Fahrani Pawaka Empel ini ternyata punya insting bisnis yang baik. Yaitu Brand sepatu buatannya, Partner In Crime. bisnis sepatu wanitanya berlabel Partner in Crimes, mendapat sambutan positif dari publik, baik lokal maupun international.

Karakter yang rebellious dengan detail stud yang sangat digemari wanita urban mendominasi desainnya, yang tak hanya kondang di Bali. Disalurkan lewat butik multibrand di Jakarta, merek ini sudah berekspansi ke Ibiza, spanyol. Rencananya kedepan giliran Australia yang bakalan ditodong. Merek ini siap menjajah benua Kangguru.

Awalnya fahrani tidak berniat membuat desain sepatu. Dia pernah tinggal di Jepang, dan punya temen yang punya bisnis jeans, tapi jeans-nya ini ada aksesorinya. Saat itu temannya minta bantuan buat bikin desain aksesorinya. Berawal dari situ Fahrani mulai suka mendesain gambar-gambar.

Dari desain gambar dia mulai beralih ke desain aksesoris, lampu terus baru mulai ke sepatu. Ketika Fahrani berkunjung ke Bali, dan ada salah seorang sahabatnya buka toko di Bali dan dia perlu berpartner dengan orang Indonesia. Akhirnya dia minta bantuan gue. Dan tadinya fahrani berniat untuk jadi silent partner. Dari sini Fahrani pun terdorong untuk membuat desain sepatu. Ternyata dari sini malah desain sepatu nya lumayan sukses hingga sekarang.

HATTEN BALI WINES

Wine yang beredar di Indonesia masih di dominasi produk Impor, tetapi ada Wine Lokal yang mutunya tak kalah dengan impor yaitu Hatten Bali Wines, WIne ini mulai diproduksi oleh anak negeri asal Bali bernama I B Rai Budarsa tahun 1994. Gus Rai, panggilan akrabnya, sungguh tak asing dengan ilmu membuat minuman dari anggur, lantaran keluarganya sudah membuat brem dan arak Bali sejak tahun 1960-an, plus latar belakang pendidikannya di jurusan food processing, dan ia memang pecinta wine.

Anggur-anggur didatangkan dari vineyard pribadi seluas 14.5 hektar yang berlokasi di Singaraja, Bali. Tidak hanya vineyard, Hatten juga mempunyai winery untuk memproduksi lebih dari 8 jenis wine, dan itu membuat Hatten Wines menjadi winery pertama di tanah air yang bisa dikatakan 100% Indonesia.

Hatten Wine Rose hingga kini menjadi produk andalan dari Hatten Wine, dan sempat memenangkan penghargaan di London pada tahun 2003. Ekspor Hatten Wines kini sudah mencapai negara-negara Eropa seperti Belgia, Inggris dan Belanda, serta Singapura hingga Maladewa.

Feb 01

Satu lagi DotCom Lokal, yaitu sebuah startup directory listing yang sebenarnya sudah cukup lama online. Urbanesia adalah semacam business listing dimana mereka menawarkan daftar lokasi tempat-tempat mulai dari kantor, restoran, mall, fasilitas publik bahkan daftar lengkap dari lokasi-lokasi dalam sebuah kota. Dan kalau dipikir-pikir, core business urbanesia sejalan dengan model Social Network base On Location semacam FourSquare atau Koprol namun tidak memperebutkan pasar yang sama.

screen-shot-2010-10-06-at-123858-am-300x130Pada Oktober 2010 ternyata Urbanesia telah meninggalkan keterangan beta pada situs mereka, dan bersamaan dengan ini, Urbanesia melakukan perombakan yang cukup besar dari tampilan situs mereka serta berbagai fasilitas yang mereka sediakan bagi para pengguna Urbanesia.

Kalau kita mampir ke situs Urbanesia, kesan datar yang ada pada tampilan mereka pada versi beta kini telah berubah, ada beberapa tambahan elemen desain pada tampilan mereka seperti kotak sign in yang akan mengikuti scroll halaman serta perubahan daftar kategori yang kini tampil dalam sebuah fitur, yang dinamakan oleh Urbanesia sebagai Mega Drop Down Menu.

screen-shot-2010-10-06-at-123924-am-1024x481

Dari pengumuman resminya, Urbanesia menjelaskan bahwa perubahan dari desain Antar Muka Urbanesia dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam pelayanan atas fasilitas yang disediakan. Selain tampilan, Urbanesia juga melakukan beberapa optimasi dalam pemrograman, untuk menghadapi jumlah pengguna yang juga terus meningkat.

Perubahan penempatan dari beberapa fitur seperti, UrPoint juga dilakukan oleh Urbanesia. Banner UrPoint, yang bekerjasama dengan DealKeren kini mendapatkan perhatian utama dalam penempatan, yaitu di bagian atas halaman muka Urbanesia. Penambahan merchant serta animo pengguna menjadi beberapa alasan dibalik penempatan UrPoint yang kini ada di area utama halaman awal.

Selain itu Urbanesia juga menambahkan fitur rating dengan nama Top/Bah!, fitur rating ini berupa ikon jempol hijau untuk Top yang berarti baik serta jempol merah yang berarti Bah! atau kurang baik. Penambahan ini dilakukan Urbanesia untuk melibatkan pengguna dalam penilaian atas review suatu tempat atau akun bisnis yang dilakukan pengguna Urbanesia. Sedangkan untuk pemilik bisnis, Urbanesia juga melakukan banyak perbaikan pada langkah-langkah dalam pengisian data akun bisnis.

urbanesia

Untuk pengkategorian serta daftar dari berbagai direktori yang ada di Urbanesia, kini tampil dalam mega drop down menu, jika sebelumnya daftar ini terletak di bagian kiri halaman utama, kini kini daftar ketegori yang terdapat di Urbanesia akan hadir dalam format drop down menu, yang jika Anda klik akan membuka kotak berisi daftar kategori di Urbanesia. Ada dua pengelompokkan kategori utama yaitu City Directory dan Business Directory yang masing-masing menyediakan tautan pintas untuk ketegori yang lain.

Urbanesia juga menjelaskan bahwa, perubahan tampilan serta penambahan fitur masih dalam masa transisi jadi akan ada beberapa fitur yang belum berfungsi secara maksimal, seperti Facebook/Twitter login, info tambahan untuk akun bisnis yang beberapa atributnya tidak ditampilkan, fitur Business Nearby serta Report/Business Update yang belum tersedia.

Setelah mencoba menjelajahi tampilan Urbanesia yang baru ini, kesan yang saya dapatkan adalah cukup menyenangkan, sebagai sebuah layanan city guide yang dekat dengan aura urban dan populer, tampilan yang sekarang lebih dekat dengan aura tersebut, detail desain lebih mencirikan gaya hidup. Namun untuk pengaturan grid, sepertinya masih ada beberapa pengaturan grid yang masih belum sempurna, misalnya pembagian keterangan untuk tampilan akun bisnis.

Sedangkan untuk penempatan UrPoint, sejak kemunculannya adalah salah satu langkah yang menarik bagi Urbanesia, kerjasama seperti ini sebetulnya yang saya tunggu dari para startup lokal, dua usaha yang saling bersinggungan bisa saling bekerjasama untuk menciptakan nilai bagi masing-masing layanan, dan perubahan penempatan kehalaman utama membuat banner Ur Point ini menjadi lebih terlihat oleh pengguna.

Urbanesia juga menambahkan bahwa mereka, sambil melewati masa transisi ini tengah mempersiapkan beberapa pembaruan lainnya. Sambil menunggu perkembangan yang lain, seperti yang dituliskan oleh Urbanesia, dengan perubahan ini, mereka meminta masukan dari para penguna Urbanesia, jadi kalau Anda punya pendapat, saran atau kritik, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar.

Catatan Kaki Teknologi Informasi