October, 2011 Archive

Oct 23

Bandwidth merupakan barang yang mahal. Untuk saat ini kisaran 64 kps dihargai sekitar 4 jt perbulan. Permasalahnnya bandwith 64 kbits itu bukan nilai yang besar. Rata-rata yang didapat pelanggan adalah 64 1:2. Artinya 1 jalur 64 kbits digunakan untuk 2 pelanggan sekaligus.

Sudah bandwidthnya dibatasi terkadang pula disisi user ada yang bertingkah seenaknya. Merasa ada koneksi internet gratis, beberapa user mulai menggunakannya untuk membuka situs-situs tertentu atau mengkoleksi file-file tertentu. Tentu saja alokasi bandwidth yang tersedia semakin menyusut.

Yang merasakan adalah golongan user yang biasa-biasa saja (bukan mania internet), mereka hanya bisa mengelus dada.

Untuk mengatasi hal diatas, agar setiap user mendapat bandwidth yang cukup, pada IPCOP menggunakan aplikasi squid proxy server.

Konfigurasi Squid dapat dilihat pada file Squid.conf, Disini saya akan membahas tentang bagaimana cara kerja file Squid

ada beberapa tag konfigurasi untuk di squid.conf, yaitu :

1. delay_pools <jumlah>
menyatakan berapa banyak bagian/pool yang akan dibuat
misal delay_pools 2

2. delay_class <bagian tipe/class>
menentukan klas/tipe pembagian bandwith dari setiap pool. 1 pool hanya boleh memiliki 1 clas, tidak lebih atau kurang.
bagian merupakan nomer urut dari jumlah pool didelay pool, jadi ada 1 s/d n bagian dimana n merupakan angka jumlah pada delay_pools
tipe merupakan tipe class delay yang dipakai.

Secara umum tipe menyatakan bagaimana cara membagi bandwidth, ada 3 tipe:

tipe/class keterangan
1 semua bandwidth yang ada akan dibagi sama rata untuk semua user squid

ex ada bandwidth 128 dan semua bandwith dipakai untuk browsing
2 membatasi pemakaian bandwith dari total bandwidth yang ada, dan bandwith yang diperuntukan squid akan dibagi semua user dengan sama rata.

ex ada bandwidth 128 dimana 28 kbit dipakai untuk email dan sisanya (128-28) 100 kbit dipakai untuk browsing
3 membatasi pemakaian bandwidth dari total bandwidth yang ada, setiap network class C akan mendapat bandwidth sama besar, setiap user pernetwork akan mendapat bandwidth yang sama besar dari total bandwidth per network

ex: bandwidth tersedia 512 kb, untuk browsing disediakan bandwidth 384 kb, sisanya untuk aktifitas lain.

Di jaringan tersebut ada 3 departement dengan network yang berbeda misal lab (192.168.1.0/24), manajer(192.168.2.0/24), sales(192.168.3.0/24).
nah misah oleh admin di set bahwa pernetwork mendapat jatah 128 kb/s.
maka user di sales akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.
maka user di lab akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.
maka user di manajer akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.

misal:

delay_class 1 2 # pool 1 memakai clas tipe 2
delay_class 2 3 # pool 2 memakai clas tipe 3

#

delay_access <bagian acl>
Memberi batasan siapa saja yang boleh mempergunakan delay pools ini.
Penting untuk diingat sebaiknya setelah menetukan batasan jangan lupa di akhiri dengan deny all.
misal:

delay_access 1 allow manajer
delay_access 1 deny all
delay_access 2 allow sales
delay_access 2 deny all

# delay_parameters
Ini adalah bagian terpenting dari delay pools memberikan aturan main setiap delay pools yang dibentuk.
delay parameter mempunyai format yang disesuaikan dengan tipe/class yang dipakai.
Tapi disetiap tipe yang dipakai ada 1 format baku yaitu restore/max.

restore menunjukkan maksimum kecepatan data yang dapat dilewatkan bila harga max sudah terlampaui, dalam satuan bytes/second

max menunjukkan besar-nya file atau bucket yang dapat dilewatkan tanpa melalui proses delay. dalam satuan bytes.
Yang perlu diperhatikan dari satuan diatas adalah harga restore dimana kita sering menerima/menyewa/membeli bandwidth dari provider dalam satuan bits/second bukan bytes/second. Sedangkan satuan kecepatan yang ditunjukkan oleh Microsoft pada saat mendonlot file adalah bytes/sec.
Sedangkan satuan dari harga max sudah sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, dimana kita memberi besaran bytes pada file-file.
1 byte = 8 bit.

SpesialCase: -1/-1 berarti unlimited atau tidak dibatasi pada nilai restore/max

ex: 1000/64000 harga restore sama dengan 8000 bits/sec atau 8 kbits/sec.
Yang artinya user akan mendapat donlot brustable selama file yang akan dibuka lebih kecil dari 64 kbytes, jadi kecepatan bisa diatas 8 kbit/sec.
Bila ternyata file yang dibuka melebihi 64 bytes, maka proses limitasi akan segera dimulai dengan membatasi kecepatan maksimal 8 kbits/s.

class 1
delay_parameters <#pool individual>
ex: delay_parameters 1 1000/64000
Berarti semua network akan mendapat bandwidth yang sama di pool no 1.
Sebesar 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.
class 2
delay_parameters <#pool agregate individual>
ex: delay_parameters 1 32000/32000 1000/64000
Berarti squid akan memakai bandwidth maksimum (32000*8) 256kbits dari semua bandwidth.
Bila terdapat lebih dari 1 network class C, maka total yang dihabiskan tetap 256 kbit/sec
dan tiap user akan mendapat bandwidth maksimum 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.
class 3
delay_parameters <#pool agregate network individual>
ex: delay_parameters 1 32000/32000 8000/8000 1000/64000
Berarti squid akan memakai bandwidth maksimum (32000*8) 256kbits dari semua bandwidth.
Bila terdapat lebih dari 1 network class C, maka setiap network akan dipaksa maksimum sebesar (8000*8) 64 kbits/sec
dan tiap user pada satu network akan mendapat bandwidth maksimum 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.

Contoh 1

dalam 1 network dengan penggunaan bandwidth total tidak dibatasi terdapat beberapa komputer dengan klasifikasi sebagai berikut

* admin, server dengan bandwidth unlimited
* staff dengan bandwidth 1,5 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 64Kbte
* umum dengan bandwidth 1 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 32 Kbyte

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl admin src 192.168.1.250/255.255.255.255
acl server src 192.168.1.251/255.255.255.255
acl umum src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl staff src 192.168.1.1 192.168.1.111 192.168.1.2 192.168.1.4 192.168.1.71

delay_pools 3

delay_class 1 1
delay_parameters 1 -1/-1
delay_access 1 allow admin
delay_access 1 allow server
delay_access 1 deny all

delay_class 2 1
delay_parameters 2 1500/64000
delay_access 2 allow staf
delay_access 2 deny all

delay_class 3 1
delay_parameters 3 1000/32000
delay_access 3 allow umum
delay_access 3 deny all

Cara mencobanya paling mudah adalah dengan menggunakan donlot manajer semacam DAP, GetRight maka akan terlihat bandwidth sudah dibatasi.
Contoh 2

Delay pools juga dapat digunakan untuk membatasi donlot file untuk extensi tertentu.
Gunakan ACL url_regex untuk mengatasi hal ini.
Contoh dibawah digunakan untuk membatasi donlot file multimedia hingga 1 kByte/sec.

acl multimedia url_regex -i \.mp3$ \.rm$ \.mpg$ \.mpeg$ \.avi$ \.dat$
delay_pools 1
delay_class 1 1
delay_parameters 1 1000/16000
delay_access 1 allow multimedia
delay_access 1 deny ALL

Contoh 3

Bagaimana caranya membuat delay pools untuk membatasi download di siang hari untuk 15 klient sedangkan malam harinya lost asumsi jamnya ( 10:00 - 21:00)

acl LTIME time SMTWHFA 10:00-21:00

acl download url_regex -i ftp \.exe$ \.mp3$ \.mp4$ \.tar.gz$ \.gz$ \.tar.bz2$ \.rpm$ \.zip$ \.rar$
acl download url_regex -i \.avi$ \.mpg$ \.mpeg$ \.rm$ \.iso$ \.wav$ \.mov$ \.dat$ \.mpe$ \.mid$
acl download url_regex -i \.midi$ \.rmi$ \.wma$ \.wmv$ \.ogg$ \.ogm$ \.m1v$ \.mp2$ \.mpa$ \.wax$
acl download url_regex -i \.m3u$ \.asx$ \.wpl$ \.wmx$ \.dvr-ms$ \.snd$ \.au$ \.aif$ \.asf$ \.m2v$
acl download url_regex -i \.m2p$ \.ts$ \.tp$ \.trp$ \.div$ \.divx$ \.mod$ \.vob$ \.aob$ \.dts$
acl download url_regex -i \.ac3$ \.cda$ \.vro$ \.deb$

delay_pools 1

delay_class 1 1
delay_parameters 1 3000/3000
delay_access 1 allow download TIME
delay_access 1 deny all

Contoh 4

Bagaimana caranya membuat delay pools untuk membatasi download di siang hari dengan speed … dan malam hari dengan speed …, abis si bozz malem-nya mau pakai buat dolot.
Jadi pengennya pas malam bw buat user makin kecil, bukan malah di loss

acl JAM_KANTOR time SMTWHFA 07:00-18:00

delay_pools 2 delay_class 1 2
delay_parameters 1 24000/32000 -1/-1
delay_access 1 allow riset JAM_KANTOR
delay_access 1 deny all

delay_class 1 2
delay_parameters 2 8000/8000 -1/-1
delay_access 2 allow riset !JAM_KANTOR
delay_access 2 deny all

Contoh 5

Ada bandwidth besar, 1mbps.
Ingin membatasi yang donlot file besar di atas 5mbyte, di beri speed 32kbps.
Misal bila ada 3 user yang donlot, tiap-tiap user akan mendapat bw maximal 32kbps.

acl user src 192.168.1.0/24

delay_pools 1
delay_class 1 2
delay_parameters 1 40000/10000000 4000/5000000
delay_access 1 allow user download
delay_access 1 deny ALL

Contoh 6

Tentang YouTube, ntuk memaksa caching terhadap youtube ( sesuai wiki.squid-cache.org )

acl youtube dstdomain -i .youtube.com
acl striming url_regex -i get_video\?video_id videodownload\?
cache allow youtube
cache allow striming

dan harap di ingat untuk posisi tsb di atas sebaiknya diletakkan sebelum hierarchy_stoplist
kemudian bisa di gabung ke delay_pool juga

delay_class 2 3
delay_access 2 allow warnet striming
delay_access 2 deny all
delay_parameters 2 -1/-1 -1/-1 3000/200000

hasilnya :

Connection: 0×7f1da510
FD 149, read 555, wrote 6508975
FD desc: http://ash-v97.ash.youtube.com/get_vide XF72VCyt5M
in: buf 0×7fe65000, offset 0, size 4096
peer: 192.168.0.111:3317
me: 127.0.0.1:3127
nrequests: 1
defer: n 0, until 0
uri http://ash-v97.ash.youtube.com/get_vide XF72VCyt5M
log_type TCP_MISS
out.offset 6508872, out.size 6508975
req_sz 555
entry 0×7d24e240/599CDB16D8D8DCB1395E960CD807BD8B
old_entry 0×0/N/A
start 1193286572.113589 (2131.525289 seconds ago)
username -
delay_pool 2 <= terkena delay

untuk delay_pool saya tidak menggunakan domain youtube.com, karena ternyata untuk url streaming nya sebagian hanya menggunakan ip address biasa, sehingga menggunakan regex spt di atas saya rasa lebih efektif.
silakan di eksperimen sendiri untuk regex nya, bisa dg menganalisa access.log atau kalau yg gampang menggunakan sqstat spt yg pernah di post di thread sebelah.

Oct 20

jasonBangunan berwujud rumah besar di kompleks perumahan di kawasan Jakarta Barat itu tak berplang. Penanda aktivitas hanyalah sederet mobil dan motor yang diparkir di pinggir jalan dan halaman rumah serta papan bertuliskan Groupon yang terpampang di ruang depan.

Rumah dua lantai itu memang menjadi markas bagi sekumpulan anak muda yang bekerja di bawah pimpinan Ferry Tenka dan Jason Lamuda sebagai pemilik saham PT Lamuda Tenka. Nama perusahaan tersebut mungkin kurang dikenal. Tapi, bagaimana dengan nama
 Disdus.com. Menurut Jason, salah seorang pendiri, basis usaha yang mereka jalani ialah bisnis periklanan menggunakan strategi promosi nonkonvensional yang diklaim lebih efektif menggaet pelanggan.

Ini bukan portal diskon, melainkan cara advertise yang baru. Biasanya, satu merchant itu harus bayar di muka terlebih dahulu untuk beriklan di majalah, koran, dan lainnya, tapi belum tentu efektif. Nah, kita pakai strategi promosi yang menarik sehingga masyarakat bisa datang dan kita pikir promo diskon itu yang efektif, jelas Jason saat ditemui Media Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Groupon, menginspirasi mereka untuk menekuni bisnis tersebut. Dua anak muda itu melihat peluang besar dari usaha yang telah ditekuni Groupon sebelumnya di Negeri Paman Sam jika diterapkan di Indonesia.

Apalagi, sahut Jason, orang Indonesia sangat hijau saat melihat promo bertuliskan diskon. Mereka memanfaatkan sarana internet mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahun bertambah pesat.
Selain itu, mereka memanfaatkan kegaptekan para pebisnis dalam bidang teknologi informasi untuk menghasilkan profit bagi Disdus.com. Caranya, memberikan layanan desain promo hingga mempromosikannya dalam situs mereka.

Bisnis itu akhirnya resmi dimulai sejak Agustus 2011. Awalnya, ini challenging banget. Banyak bisnis lokal gaptek di dunia online. Kebanyakan dari mereka tak percaya dengan pasang voucer di dunia online.

Mereka juga ragu apakah strategi itu bisa efektif atau enggak. Untungnya, kita didukung oleh founder Kaskus. Mereka awalnya banyak memberi advice hingga memfasilitasi, tutur lelaki kelahiran Jakarta, 30 September 1986, itu.

Mereka berdua sebenarnya tak memiliki basis pendidikan teknologi informasi resmi. Jason, misalnya. Ia sarjana bidang keuangan dari Colombia University, Amerika Serikat. Namun, ia telah lama tertarik dengan bidang komputer sehingga ia belajar secara autodidak.

Minat yang besar, berpadu dengan latar belakang pendidikan, akhirnya membuat mereka nekat membuka perusahaan. Pada awal usaha berjalan, mereka hanya merekrut dua karyawan yang ahli di bidang IT untuk membantu mereka menjalankan program. Ruang kerja mereka pun hanya terletak di sebuah apartemen.

Dulu itu, kami enggak punya jaringan sama sekali. Hanya modal nekat. Kami datangi perusahaan satu per satu, door to door. Presentasikan tentang apa yang kami lakukan ke manajernya, celoteh Jason.

disdus

Kenekatan mereka membuahkan hasil. Usaha yang dijalankan kini bahkan memiliki seratus pekerja yang tersebar di
Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Mereka merekrut anak-anak muda seusia mereka untuk bergabung dalam perusahaan tersebut. Hal itu kemudian sangat tampak dalam kedinamisan kantor.

Di Akuisisi oleh Groupon.com

Awal Januari 2011 Jason Lamuda mendapat e-mail dari Groupon.com yang mengabarkan ketertarikan raksasa portal diskon yang telah beroperasi di 52 negara itu, ia sempat tak percaya. Pun, ia mengaku hanya berupaya membuat lamannya sebagus mungkin. Tawaran akuisisi pun datang, dianggapnya sebagai bonus yang menjanjikan masa depan nan cerah.

Akhirnya sejak April 2011, Disdus.com resmi diakuisisi Groupon. Komposisi kepemilikan saham pun berubah. Pemegang saham mayoritas adalah perusahaan asal Amerika.

Seberapa besar yang tersisa, Jason enggan mengungkapkannya dengan alasan masih dalam masa transisi. Namun, ia menegaskan bahwa tak ada rasa kehilangan atas keputusan tersebut.

Ia bahkan menilai pelepasan sebagian saham itu sebagai cara meningkatkan kapasitas dengan belajar kepada ahlinya. Meski mereka mayoritas, kita masih menjalankan sendiri usaha ini. Mereka malah membantu kita kalau kita ada kesulitan.

Yang membedakan sekarang adalah ada bos yang harus dilapori soal perkembangan usaha. Itu saja, cetusnya. Mereka pun masih menggunakan nama Disdus.com meski akuisisi sudah berlangsung.

Tapi, hal itu tak akan lama karena mereka akan berganti nama menjadi Groupon.co.id. Mereka juga diserahi posisi country manager dengan tugas untuk mengontrol urusan perusahaan tersebut di Indonesia.

Visi kita adalah untuk mengembangkan e-commerce di Indonesia. Kita melihat masih sedikit orang yang menggunakan fasilitas ini di sini. Contohnya, dari tiga kota yang kita tangani, Jakarta masih menempati posisi nomor satu dalam transaksi online. Mungkin karena jumlah penduduknya juga yang paling besar, sahutnya.

Persaingan

Cara tersebut rupanya juga diikuti oleh pesaingnya, yakni berakuisisi dengan perusahaan yang lebih matang. Namun, ia melihat hal tersebut sebagai persaingan yang sehat. Semakin banyaknya perusahaan yang terlibat, ia optimistis, akan makin mengembangkan pasar bisnis online di Indonesia. Soalnya, yang pakai internet hanya 10% sampai 15%. Jadi, jauh lebih menguntungkan jika lebih banyak yang menekuni bidang ini, tukasnya.

Jason sadar rintisannya masih membutuhkan banyak perbaikan. Terutama menyangkut pelayanan bagi pelanggan. Keluhan utama mereka terhadap layanan ini ialah kewajiban mencetak voucer saat menggunakannya di tempat yang dituju.

Akibatnya, sekitar 20% hingga 30% dari total pemesanan dibatalkan di tengah jalan. Hal itu tentu berdampak pada kepercayaan klien. Konsumen selalu bertanya seberapa aman dan gampang untuk transaksi online. Saya melihat teknis pembayaran sekarang masih menghambat perkembangan e-commerce, ujarnya.

Ke depan ia berencana untuk memudahkan konsumen dengan menyediakan fasilitas phone banking. Selain itu, fasilitas pembayaran juga ditambah dengan membolehkan konsumen membayar dengan kartu kredit. Namun, tentu perlu kerja keras untuk mengedukasi kalangan pebisnis untuk memanfaatkan fasilitas ini.

Kiat untuk para Start Up Online

Berikut kiat Jason saat merintis dan kini membesarkan bisnisnya.

Bukan untuk diakuisisi
Walaupun mengaku terinspirasi dari laman Groupon, Jason mengaku tak serta merta
mengopi. Ia melakukan penyesuaian dan modifi kasi, salah satunya pada metode pembayaran dan menghilangkan jumlah minimum pembelian voucer.
Pesan saya buat para start up, jangan pernah mendedikasikan situs mereka untuk diakuisisi. Saya sendiri belajar banyak setelah diakuisisi, tapi motivasinya dulu memberikan yang terbaik untuk konsumen, kata Jason.
Kesetiaan pada minat dan konsistensi mengambangkan bisnis sesuai kata hati, di mata Jason, tentu akan jauh lebih optimal jika dibandingkan dengan start up (sebutan populer bisnis rintisan berbasis teknologi informasi) yang belum-belum sudah mengadang-gadang akan mendapat kucuran dana.

Belajar perlu, dana juga perlu
Diakuisisi pemain senior di dunia maya bukan cuma berbuah kucuran dana, melainkan juga pengalaman belajar. Baik dana maupun panduan pada aspek manajemen yang diberikan Groupon, menurut Jason, sama menariknya.
Mereka sudah sangat besar, kita jadi belajar banyak termasuk soal menjalin kemitraan dengan Yahoo Indonesia, Kaskus dan sempat juga dengan Multiply Indonesia, kata Jason.

Komposisi SDM
Kini, setelah mempunyai 100 karyawan fulltime, Disdus.com mendistribusikan 50% sumber daya manusianya di divisi marketing dan 5% pada pengembangan teknis. Namun, tentu saja, setiap start up juga laman lainnya punya prioritasnya masing-masing.
Jika isi atau konten yang jadi fokus, tentu komposisinya bisa berubah. Sekarang kita telah punya kantor di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Ke depan akan buka di Medan dan Yogyakarta, ujar Jason.

Bergabung dalam inkubator
Kendati Jason mengaku memulai bisnisnya berdua dengan mitra kerjanya, buat para pengelola start up, ia menyarankan agar bermitra dengan inkubator yang menyediakan para senior sebagai mentor. Saya sekarang menjadi mentor voluntary untuk beberapa start up yang tergabung dalam East Venture, akan sangat bagus konsisten pada passion dan coaching dari yang sudah lebih lama bergabung di bisnis ini. Ingat lo, dulu Facebook itu juga disebut start up, kata Jason.

Jadi buat para Start UP Indonesia tetap semangat

Oct 16

18-kalimat-inspiratif-dari-steve-jobsBerita Kematian Steve Jobs seperti yang telah saya duga, telah menimbulkan kehebohan dan duka mendalam terutama bagi dunia bisnis IT, namanya bahkan terus menjadi Trend di mesin pencari Google dan Yahoo!, juga forum dan milis milis lainnya.

Banyaknya ucapan dukacita yang mengiringi kepergian Steve Jobs, mulai dari Presiden AS hingga kompetitornya, membuktikan sosok dia yang fenomenal. Dalam pernyataan resminya, Barack Obama dan Michele menyampaikan dukacita kepada keluarga Jobs. Pesaing utamanya, pendiri sekaligus pemilik Microsoft Bill Gates pun ikut menyatakan belasung kawa.
foto-mengenaskan-steve-jobs-pasca-mundur

Saya yakin bahkan sudah banyak media Online dan Blog yang mengulas tentang kilas balik kehidupan Steve Jobs, lantas kenapa Dia dianggap sebagai Tokoh penting dan ada rasa kehilangan sekali. Ini karena Steve Jobs identik dengan Apple dengan produk-produknya yang monumental seperti Macbook, Ipod, Iphone, dan Ipad. Padahal Steve Jobs bukanlah penemu alat musik digital, telepon pintar, dan komputer tablet, tetapi, di tangan dia karya-karya teknologi tersebut menjelma menjadi karya seni yang tak hanya disukai, tapi juga bersahabat dengan semua orang. Kecanggihan teknologi komputer dan gadget diredesain dengan cita rasa estetika yang tak hanya menarik, tapi juga seolah berpadu dengan siapa pun yang memilikinya. Seolah ada ikatan spiritual antara gadget dan pemiliknya.

268087-steve-jobs-returnsAdalah fakta yang mungkin orang bosan mendengarnya bahwa Jobs merupakan seorang inovator besar yang dapat mendorong penciptaan banyak teknologi yang kita gunakan pada abad ke 21. Tanpa Steve Jobs dan Apple, Microsoft tidak akan berkembang besar seperti
sekarang. Bill Gates tidak akan memiliki inspirasi membuat Windows.

Jobs punya perhatian besar pada detail. Ia memiliki 300 paten yang terdaftar dengan namanya. Ia memaksa orang untuk bekerja lebih keras dan melebihi kemampuan mereka. Ia juga tak menoleransi kesalahan karena ketika ia ingin menciptakan produk, ia ingin itu menjadi sesuatu yang sangat hebat.

Terpaku pada Windows Dengan bertolak dari itu, Microsoft tak memiliki semangat inovasi yang dimiliki Steve Jobs. Itulah yang membuat Microsoft gagal. Platform Windows menjadi penghalang besar bagi Microsoft untuk berinovasi karena semua proyek baru yang diciptakan bertumpu pada Windows.

Seluruhnya bergantung pada tim Windows. Jika tim tersebut tidak menyukainya, proyek itu tidak bisa berjalan. Jika kita melihat dengan teliti bagaimana sebuah sistem kerja hierarki di sana. Semua hanya tentang Windows, bahkan Microsoft’s CEO Steve Ballmer mengatakan strateginya ialah menerapkan Windows di mana saja.

Ketika Microsoft merilis Windows Mobile pada awal 2000, mereka memaksakan konsep Windows pada dekstop untuk diaplikasikan pada ponsel. Tentu saja itu menjadi kegagalan besar karena pengguna lebih memilih sistem operasi Symbian dan Blackberry yang khusus dibuat untuk ponsel.

Microsoft juga telah memiliki tablet jauh sebelum Apple mengeluarkan Ipad. Namun, tak banyak yang membelinya karena lagilagi Microsoft memaksakan sistem operasi Windows pada dekstop untuk perangkat non-PC.

Perbedaan Apple dan Microsoft adalah juga perbedaan Steve dan Bill Gates yaitu Jobs = Simple vs Gates = Kompleks

stevevsbillPerbedaan Steve Jobs dari inovator lainnya adalah di sisi taste of arts. Dalam sebuah wawancara di dokumenter PBS yang berjudul “Triumph of the Nerds” dia berkata bahwa dia tidak masalah dengan kesuksesan dari Microsoft. “The problem is, they don’t have taste,” katanya. Itu dia bedanya. Maka bisa kita lihat perbedaan produk Microsoft dengan Apple.

Dalam wawancara dengan Andy Hertzfeld (salah seorang pengembang awal dari Macintosh) di NerdTV, Andy menceritakan bahwa Steve Jobs merasa kurang enak dengan kata-katanya tersebut. Kemudian Steve menelepon Bill Gates. “Maaf, saya mengatakan itu di TV. Seharusnya saya tidak mengatakan hal itu di TV.” Kemudian dia lanjutkan,

“but, it’s true you have no taste!” Ha ha ha.

Kemudian Steve Jobs dan Bill Gates berdebat mengenai hal tersebut. Bill Gates berkata bahwa meskipun dia tidak punya taste, bukan berarti Microsoft tidak punya taste. Jadi Bill Gates mengaku tidak punya taste?

Kegilaan Steve Jobs dengan desain yang bagus tercermin dalam produk yang dia hasilkan semenjak jaman komputer Apple II, kemudian ke Macintosh (meskipun ada cerita rame di belakangnya), ke NeXT computer dengan NeXTstep OSnya, ke iPod, dan terus tidak ada hentinya. Apple II merupakan komputer pertama yang memiliki form factor yang didesain untuk produk konsumer. Sebelum-sebelumnya, komputer hanya dibuat dalam kotak saja. Kemudian kita lihat komputer NeXT yang berbentuk kubus (cube) dengan monitor yang memiliki alas kaki yang tipis. Demikian pula dengan iPod yang mulus. Semua desainnya menunjukkan kesederhanaan (simplicity).

Kesukaan Steve Jobs akan seni ini sudah ada sejak dia lahir, tapi ada jalur kehidupannya yang membuat dia menjadi demikian. Dalam “commencement speech” di Stanford University tahun 2005, Steve Jobs menceritakan pengalaman hidupnya. Salah satunya adalah pengalaman dia drop out dari sekolah. Reed College, tempat dia sekolah dulu, merupakan salah satu sekolah yang terbaik dalam bidang kaligrafi di Amerika. Karena tidak ada kerjaan, maka Steve Jobs mengikuti kuliah kaligrafi ini. Dia belajar mengenai serif dan sans-serif typeface, jarak antara karakter, dan hal-hal yang membuat tipografi indah. Hal ini yang mempengaruhi dia ketika dia membuat komputer Macintosh, komputer pertama yang memiliki tipografi yang indah. Kalau saja dia tidak mengikuti kelas kaligrafi tersebut (dan mungkin kalau saja dia tidak drop out) maka mungkin kita tidak akan punya komputer yang memiliki tampilan yang indah. Poin saya, Steve Jobs memang menyukai keindahan.

Steve Jobs mengatakan bahwa kalau kita membuat produk dengan passion, maka pengguna produk tersebut dapat merasakan adanya spirit tersebut. Maka dia menuntut hal tersebut dari developernya.

Apa yang diwariskan Jobs kepada dunia? Yang paling mendasar adalah kreativitas, inovasi, dan kekuatan daya pikir.

Banyak kalangan kagum seka ligus bertanya-tanya, mengapa pemutar musik digital, telepon pintar, dan komputer tablet yang sebelumnya sudah ada tapi ketika Apple meluncurkannya bisa jauh lebih sukses di pasaran ketimbang produk serupa yang dikeluarkan perusahaan lain.

Penyebabnya, karena di era kecepatan informasi seperti sekarang, banyak kalangan, baik individu maupun korporasi, bahkan juga negara, sangat menghargai inovasi yang lahir dari kreativitas dan kekuatan daya pikir.

Inovasi adalah kunci bagi kemajuan berbagai bidang, termasuk perekonomian yang menjadi penopang hidup seluruh umat manusia.

Catatan Kaki Teknologi Informasi