Larry Ellison, Kisah Pendiri Oracle, Perusahaan Software Nomor 2 dunia

22 Jul 2013

Film Iron Man adalah Film yang sangat keren menurut saya, terutama tokoh Tony Stark alias Iron Man. Lelaki kaya, Ganteng, jenius, dan juga playboy ini menjadi sosok yang sangat terkenal dan banyak digemari tak hanya dari kaum wanita juga para pria yang mengidolakan gaya hidup nya :D.

Tapi ternyata Sosok Tony Stark ini saya menemukan banyak kemiripan dengan Larry Ellison, CEO sekaligus pendiri dari perusahaan perangkat lunak ORACLE. Larry Ellison ini juga termasuk Tokoh Inspriratif saya.

Kalau kita perhatikan di YouTube entah kebetulan apa sengaja saya melihat ada Logo Oracle di Film iron Man 2, coba aja liat di Oracle on ironMan

Ternyata usut punya usut Marvel Comics, yang memegang lisensi karakter Iron Man dan menciptakan film super hero tersebut, merupakan pelanggan Oracle. Bahkan, diakuinya Larry Ellison turut ambil bagian dalam penggarapan film Iron Man 2. Walaupun kehadirannya cuma sebagai cameo alias numpang lewat. Namun khusus bagi Oracle, mereka lebih sering muncul dalam berbagai adegan di film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr tersebut.

Larry Ellison

Larry Ellison

Tetapi yang saya mau bahas disini adalah tentang Sosok Bos Oracle ini, di mana dia bisa menjadi Milioner dari mulai Nol dan dia hanyalah lulusan Drop Out dari bangku kuliah alias Cuman Tamatan SMU.

Tom Siebel, mantan Salesman Top di Oracle mengenang “Larry adalah pengusaha yang klasik, di seluruh setiap detail perusahaan,”. Belakangan Siebel keluar dari Oracle dan mendirikan perusahaan senama, Siebel Systems, sebuah perusahaan kompetitor Oracle. “Larry membuat setiap keputusan, mengendalikan dewan direksi, menyetujui setiap kontrak penjualan yang besar. Bahkan sampai saat ini, ketika Oracle memiliki 40.000 karyawan dan sekitar $10 miliar dalam penjualan, dampak emosional Ellison masih sangat besar Kata Siebel.

Di banding dengan Bill Gates yang dilahirkan dari keluarga yang “Jelas” dan Berada, Larry Ellison lahir dari keluarga yang keadaannya sulit, dilahir kan di kawasan kumuh Bronx, New York oleh Florence Spellman, yang menikah pada umur 19 tahun. Ayah biologis Ellison adalah seorang pilot Angkatan Udara Amerika berdarah Italia - Amerika, yang ditempatkan di luar negeri.

Setelah Larry Ellison di vonis pneumonia pada usia sembilan bulan, ibunya memutuskan bahwa ia tidak akan mampu merawatnya secara memadai, dan mengatur agar ia diadopsi oleh bibi dan pamannya di Chicago.

Lillian Spellman Ellison dan Louis Ellison mengadopsinya ketika dia berumur sembilan bulan. Lillian adalah istri kedua dari Louis Ellison, seorang Yahudi Rusia yang telah tiba di Amerika Serikat pada tahun 1905. Ellison tidak bertemu ibu kandungnya sampai dia berusia 48 tahun.

Larry dibesarkan di sebuah apartemen dengan dua kamar tidur di Chicago Selatan di lingkungan Yahudi kelas menengah. Larry mengingat ibu angkatnya sebagai pribadi yang hangat dan penuh kasih, berbeda dengan sifat keras yang dia warisi dari ayah angkatnya, seorang Yahudi Rusia dari Krimea yang mengadopsi nama Ellison untuk menghormati pulau dimana ia masuk ke Amerika Serikat, Ellis Island. Louis, ayah angkatnya, adalah seorang pegawai pemerintah sederhana yang mencari sebuah keberuntungan kecil di Chicago real estat, hanya untuk menghilangkan selama depresi yang dialaminya.

Larry lulus dari Eugene Field Elementary School, Sekolah Dasar di sisi utara Chicago pada bulan Januari, 1958 dan melanjutkan ke Sullivan High School setidaknya sampai musim gugur tahun 1959 sebelum pindah ke South Shore.

Larry Ellison adalah anak yang cerdas. Nilai Matematika dan ilmu pasti di bangku sekolah dasar selalu A, dia juga termasuk murid yang aktif. Prilakunya berubah 180 derajat saat dia tahu bahwa dirinya hanyalah anak pungut. Hatinya semakin remuk saat dia tak mengetahui dimana ayah kandungnya berada.

Meski begitu prestasi Larry disekolah terus naik hingga sekolah lanjutan Atas. Lulus SMA Larry pun melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Fisika Universitas Illinois, Urbana-Champaign. Larry seolah menemukan dunianya ketika belajar di perguruan tinggi itu.

Hanya, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Lilian, sang ibu angkat wafat, saat Larry menginjak awal tahun ketiga bangku kuliah. Dia pun harus berhenti kuliah karena tak ada biaya lagi.

Maklum, selama ini sang ibulah yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Padahal saat itu ia menyandang predikat Science Student of The Year.

Untuk mempertahankan hidup bersama sang ayah, Larry bekerja serabutan. Sebagian dari penghasilannya disisihkan karena ia ingin mendaftar ke Universitas Chichago. Impiannya terwujud, ia kembali ke bangku kuliah. Sayangnya, itu dilakoninya hanya satu semester. Masalah dana lagi-lagi membelitnya. melihat itu, sang ayah mencibirnya. “Engkau tidak bisa berbuat apa pun, bahkan untuk dirimu sendiri. Realistis saja, carilah pekerjaan semampumu.” kata Ellison Senior dengan sinis.

Bagai dicambuk, Larry berjanji akan memberikan bukti bahwa dia mampu, ia pun merenung “Apa kira-kira bidang yang bakal menjadi masa depan dunia” itulah salah satu pertanyaan yang membekap benaknya.

Tak lama berselang ia mendapat jawaban komputer. Maka, dengan sisa uang tabungan, Larry mendaftar ke sebuah lembaga kursus komputer.

Guna membiayai kursus dan menyambung hidup dia bekerja di sebuah toko retail. Singkat kata, dia berhasil menyelesaikan kursusnya itu. Berbekal ijazah kursus, dia hijrah ke Berkeley, California, dengan harapan mendapat penghidupan yang lebih baik.

Satu per satu perusahaan ia datangi untuk melamar pekerjaan, tapi tak ada satupun yang menerimanya. Bahkan suatu ketika uangnya hanya tersisa untuk membeli beef burger.

Tapi, di saat saat terakhir Larry diterima di perusahaan Investasi Fireman’s Fund sebagai teknisi Komputer, yang sekaligus ditugasi mengutak atik program komputer yang digunakan. Disinilah awal mula Larry menggapai keberhasilan.

Di perusahaan tersebut, Larry kerap menemui masalah baru menyangkut komputer. Bukan hanya perangkat keras yang sering rusak, tapi juga sistem operasional perangkat lunaknya. Meski tak menguasai semua sistem pemrograman terbaru, ia berusaha membereskannya.

Terlebih para karyawan lain, tak terkecuali pemimpin perusahaan, memintanya bekerja secara cepat. Pada saat seperti itulah Larry memeras otak guna mendapatkan jawaban atas semua masalah.

Berkahnya, dia mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Selain itu berbagai masalah tersebut justru menambah pengetahuan tentang komputer, terutama sistem software.

Hasilnya sangat terasa saat Larry pindah kerja ke Bank Wells Fargo. Meski posisinya tetap sebagai teknisi, ketrampilannya tak ubahnya melebihi programmer di perusahaan itu. Dia kerap menyelesaikan masalah dengan cepat.

Ampex

Ampex

Hanya, keahliannya tersebut kurang mendapat penghargaan. Dia tetap dipandang sebagai seorang teknisi, yang hanya mengerjakan masalah teknis komputer. Akhirnya Larry memutuskan pindah kerja ke Ampex sebagai programmer.

Saat di Ampex, Larry pun menemukan tulisan Edgar F. Codd, Programmer di perusahaan IBM berjudul “A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks” yang mempresentasikan Teori Database relasional untuk mengolah data data yang berskala besar. Naluri bisnisnya tiba-tiba muncul dan terus menggelitik. “Konsep Structured Query Language hasil pemikiran Codd bisa menjadi sumber uang bila dikembangkan.” begitulah kira-kira yang ada di benaknya.

Larry pun melihat perkembangan teori tersebut dan implementasi database relasional dalam DB 2. Ia yakin bahwa model relasional adalah way of the future. Posisinya di Ampex dimanfaatkan untuk mengimplementasikan Konsep SQL tersebut dalam Sistem Database Server pada komputer Mainframe dan ia namai dengan nama project Oracle.

Melihat hal tersebut, bos Ampex memuji Larry. Bahkan dia berniat mempromosikan sebagai kepala programmer di perusahaan tersebut. Namun Larry tak tertarik. Dia ingin setara dengan pemilik Ampex, yaitu menjadi rekanan bisnis.

 Software Development Laboratories circa 1978

Software Development Laboratories circa 1978

Akhirnya pada 1977 Larry mengajak bos Ampex, Robert Miner dan rekannya Ed Oates, mendirikan perusahaan Software Development Labs dengan modal US$ 2.000. Dua tahun kemudian perusahaan ini berganti nama menjadi Relational Software Incorporation, yahun 1983 namanya di ubah kembali menjadi Oracle.

Klien pertama Oracle adalah Dinas Intelijen Amerika Serikat, CIA (Central Intelligence Agency), kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Larry dan kawan-kawan. “CIA adalah pelanggan kami di Oracle. Kami pun sangat serius mengerjakan proyek,” kata Larry saat itu. Baginya proyek itu merupakan pertaruhan reputasi perusahaan, sekaligus pembuka jalan menjadi perusahaan software terkemuka. CIA pun mengaku puas dengan hasil kerja Oracle.

Setelah CIA, mulailah berdatangan sejumlah perusahaan besar lain untuk mendapat layanan Oracle seperti Wright Patterson Air Force Base, IBM.

Pertengahan tahun 1980an Pasar Produk Database Relasional Mainframe yang masih di dominasi IBM dengan produk DB2 dan produk SQL DS database, namun IBM terlihat lambat untuk memasuki pasar Database Relasional pada UNIX dan sistem operasi Windows.

Hal ini menjadi kesempatan untuk Oracle, Sybase, Oracle, dan Informix (dan akhirnya Microsoft) untuk mulai memasuki pasar tersebut. Selanjutnya tahun 1996 Oracle mendiversivikasi oracle (versi 7.X) ke Sistem Operasi Novell Netware, Windows NT, dan Linux (versi 8.X tahun 1997).

Mulai pertengahan tahun 1990an oracle corp mulai membuat juga produk-produk nondatabase-server seperti application server (web DB, OAS), development tool (Oracle Developer, Oracle Designer), dan application suite (Oracle Apps).

Pada saat itu, Pesaing berat Oracle adalah Sybase. Pada 1990 - 1993, Sybase merupakan perusahaan DataBase paling cepat berkembang, tetapi Sybase di tahun 1993 merger dengan Powersoft mengakibatkan hilangnya fokus pada teknologi database inti. Pada tahun 1993, Sybase menjual hak ke perangkat lunak database yang berjalan dibawah sistem operasi Windows untuk Microsoft Corporation, yang kini pasar di bawah nama”SQL Server. Keadaan itu tak pelak merupakan kesempatan bagi Oracle untuk segera menggantikan posisi Sysbase di pasar Database Relasional saat itu.

Ellison

Ellison

Tetapi perkembangan Oracle yang sangat cepat menjadi masalah ketika pada tahun 1990, Oracle terpaksa melakukan PHK terhadap 10% (sekitar 400 orang) tenaga kerja karena masalah finansial. Krisis ini, yang hampir menyebabkan kebangkrutan Oracle, terjadi karena strategi pemasaran Oracle, di mana bagian penjualan mendesak pelanggan potensial untuk membeli sebanyak mungkin perangkat lunak ini sekaligus. Orang - orang penjualan kemudian membukukan nilai penjualan lisensi masa depan dalam kuartal saat ini, sehingga meningkatkan bonus mereka. Hal ini menjadi masalah ketika target penjualan masa depan tersebut kemudian gagal terwujud.

Larry pun mulai melakukan revisi pendapatan Oracle dua kali, dan juga untuk menyelesaikan gugatan class action di luar pengadilan yang timbul dari perusahaan yang telah dianggap terlalu membesar- besarkan pendapatannya. Berkat tangan dingin Larry, Oracle pun akhirnya bisa lolos dari krisis tersebut.

Sejalan dengan keberhasilan Oracle mendominasi Pasar Database Relasional. Larry juga mulai menambah porsi kepemilikannya di perusahaan tersebut. Bahkan sejumlah perusahaan lain dengan produk sejenis atau yang masih terikat dengan komputer dicaploknya

Tercatat, Larry pernah menduduki jabatan direktur di Apple Computer Incorporation, karena dia memiliki saham dengan jumlah signifikan di perusahaan tersebut. Dengan kejelian dan kepiawaiannya dia mampu membawa Oracle menjadi perusahaan software terbesar kedua setelah Microsoft.

Bersamaan dengan bertambahnya pundi-pundi uang itu, aset Larry pun semakin membumbung. Beberapa kapal pesiar mewah dan pesawat juga terdaftar dalam daftar kekayaannya.

Ellson Yacht

Ellson Yacht

Sementara itu, sejumlah rumah mewah di Woodside, California, senilai US$ 110 juta, dan sebuah klub golf elite di Rancho Mirage senilai US$ 42,9 juta telah dimilikinya. Properti di Cabron Beach, Malibu, pun dibelinya seharga US$ 65 juta.

Maka total kekayaan Larry hingga 2010 ditaksir mencapai US$ 36 miliar. Namun kekayaan tersebut belum termasuk hak kekayaan intelektual atas berbagai program komputer yang dia ciptakan dan nama Oracle.

Larry Ellison adalah bukti nyata bahwa seorang anak dari kawasan Kumuh Bronx, New York, lulusan SMA bisa menjadi seorang Miliuner.


TAGS oracle database ellison ampex larry ellison pendiri oracle sejarah oracle


-

Author

Follow Me