Ebook Umum Archive

Mar 24

cover

Presiden Sukarno kita semua sudah tahu , bahwa dia adalah Presiden Pertama Indonesia, dan sampai kini masih banyak kontroversi tentangnya, dulu di tahun 1966 Sukarno di cerca habis habisan oleh Mahasiswa, Pada zaman Orde Baru, Pemerintahan Suharto membatasi diskusi tentang Sukarno, baru setelah Menteri Penerangan Ali Moertopo mengumumkan rencana Pemerintah untuk memugar Kompleks Makam Sukarno di Blitar, Nama Sukarno kembali di bicarakan lagi, media Massa sibuk dengan laporan dan tulisan tentang Soekarno, gambar-gambar Soekarno dicetak dalam berbagai medium, poster, stiker, T-shirt, topi dan lain lain.
Kalau kita Googling kata “Mengenal Soekarno” banyak muncul link tentang Soekarno dari yang memuja, netral dan menghujatnya, tetapi secara umum banyak yang salah mengerti tentang Soekarno, bukan karena tidak mengerti tetapi memang banyak sekali bahan Literatur tentang yang juga Anti dan Pro Soekarno, dan Semuanya termasuk dalam Buku Buku yang tebal yang mungkin tidak semua mau membaca tuntas hingga habis,

Nah Dari hal tersebut tergeraklah saya untuk membuat sebuah Buku dengan gaya bahas “For Dummies” sehingga orang awam pun bisa tahu dengan jelas dan mudah siapa seh Soekarno itu

Di buat dengan Bahasa yang Singkat, padat dan jelas, dan disertai Ilustrasi gambar sehingga bisa membantu untuk cepat Ngerti.. Selamat mendownload Di Sini Atau Di Sini

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Dec 29

Buku “Gurita Cikeas” karya George menuai kontroversi, ini lantaran isi materi buku itu yang isinya sangat menyinggung SBY sebagai presiden RI. Berikut di kutip dari beberapa situs berita Online

“Liputan6.com, Semarang: Setelah sulit dicari dan ramai diberitakan, buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” banyak diburu masyarakat. Pemandangan itu terlihat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/12). Mentek, pedagang buku keliling menjajakan buku karya George Junus Aditjondro itu di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Mentek cuma membawa sepuluh buku dan langsung ludes. Ia berharap mendapat keuntungan lebih dari hasil penjualan buku seharga Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu. Dari hasil penjualan Mentek mendapat 10 persen. Tak jelas siapa yang memerintahkannya menjual buku itu.

Sunu Fajar, seorang aktivis, mengaku tertarik membeli buku setebal 183 halaman itu untuk menambah referensi kasus Bank Century yang sedang marak”
Sumber Yahoo
Berdasarkan pantauan detikcom, buku setebal 183 halaman tersebut baru beredar di toko buku besar seperti Gramedia. Namun di tiga tempat toko buku tersebut yakni di Jalan Sudirman, Ambarrukmo Plaza (Amplaz) dan Malioboro Mal, Minggu (27/12/2009), buku itu sudah tidak ditemukan di tempat memajang buku-buku baru.

Sedang di toko buku lainnya seperti Toga Mas, Social Agency, Shopping Center dan kios buku Terban tidak ditemukan. Di toko-toko buku tersebut memang belum didistribusikan oleh pihak distributor buku.

Buku itu baru pre-launching di kantor Penerbit PT Galangpress bersama penulis George Junus Aditjondro, pada Rabu (23/12/2009) lalu. Sedang launching resmi akan digelar di Jakarta Rabu (30/12/2009)n depan.

Buku ini menjadi kontroversi sebab menguliti ‘borok’ Cikeas. Dalam salah satu bab, Aditjondro menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Century.
Sumber Detik.com
Nah bagi yang ingin tahu tentang isi Buku ini… Bisa di dowload di

Download 1

Download 2

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Nov 17

Judul : False Economy
Penulis : Alan Beattie
Halaman : 321
Harga : $26.96

Uraian :

Amerika adalah negara dengan ekonomi dunia terbesar. Sementara itu Argentina dengan sejarah kediktatorannya adalah negara yang terjebak dalam lilitan utang. Bisa aja sewaktu waktu yang terjadi sebaliknya. Kedua negara punya wilayah yang luas, Sumber Daya Alam, dan dibanjiri imigran. Demikian Alan Beattie berpendapat dalam False Economy: A Surprising Economic History of the World. Namun Argentina justru mendapat kutukan dari kepemilikan tanah yang begitu luas yang diwariskan kolonial Spanyol. Alih-alih melahirkan petani pengusaha. Argentina malah melahirkan kelas penguasa yang lamban dengan sedikit minat pada tindakan-tindakan yang berani mengambil resiko demi memodernkan perekonomiannya.

Alan Beattie, editor perdagangan dunia untuk Financial Times, bermaksud mengonfrontasi gagasan bahwa “masa depan ekonomi kita telah ditentukan dari sananya dan kita terbawa oleh tekanan yang besar, tak terkendali dan impersonal.” Menurut Alan Beattie, cara negara-negara mengembangkan dirinya lebih banyak merupakan hasil dari pilihan pilihan yang dibuat kaum elite yang berkuasa seperti halnya dengan pasar dan sumber daya alam.

Beattie, yang belajar sejarah di Oxford University dan ekonomi di Cambridge, menjadikan kedua disiplin ilmu yang dikuasainya untuk membalikkan asumsi tentang evolusi ekonomi Global. Sebagai contoh, data yang ada tidak mendukung kepercayaan bahwa masyarakat Islam sudah dari sananya lebih buruk dari bangsa lain, atau dalam konteks tersebut, ada hubungan antara agama dan pertumbuhan. Malaysia memiliki kedua hal itu, identitas Islam yang kuat dan ekonomi yang modern . Beattie menuturkan, agama hanya menjadi penghalang manakala pembangunan hanya di kaitkan atas nama Tuhan, yang sering dilakukan para pemegang kekuasaan dalam rangka mempertahankan dirinya.

Korupsi pun, dalam pandangan Beattie, bukan rintangan untuk tercapainya pertumbuhan. Mantan Presiden Indonesia Suharto menjaga pertumbuhannya yang pesat meski ia dan sekutunya kaya berkat suap menyuap dan perlakuan pilih kasih. Pertumbuhan Cina juga pesat ditengah korupsi yang merajalela. Sepanjang para petinggi penerima uang suap dapat memenuhi apa yang mereka janjikan, “Hal itu sederhananya bisa aja dianggap sebagai pajak.”

Beattie menghindar menulis seperti seorang ekonom, meski pernah bekerja di bank England dan topik dari buku ini sendiri mengenai ekonomi. Ia ingin menghibur dan memprovokasi, terdengar setengah bercanda saat ia menyebut China “tidak kompeten, tak efesien, orang bodoh” yang seharusnya dibiarkan “mati”. China berkembang dengan sangat bergantung pada bambu kaya nutrisi. Dalam konteks ekonomi, hal itu berarti terkunci dalam situasi yang membatasi mereka. Beattie mengagumi Kucing, yang berhenti kelayapan untuk berburu tikus dan bermanja-manja dengan manusia.
Beattie sendiri kelayapan dengan bebas melalui koridor sejarah dan teori ekonomi. Negeri Panda itu membawanya ke India, tempat ia melihat jejak ketergantungan dalam sistem kasta bangsa yang kaku. Menurut Beattie, keuntungan dari kesuksesan teknologi informasi India sebagian besar dirasakan oleh mereka yang punya akses pada pendidikan. China tempat orang-orang cenderung berkembang karena jasa, memiliki prospek ekonomi yang lebih baik.
False Economy adalah makanan ringan yang membuka wawasan, seperti pandangan Beattie mengenai bagaimana dengan tidak tahu malu Portugis di India membuka pintu untuk INggris, juga ketika dibahas perbandingan antara Indonesia Tanzania dan Korupsi, hingga Beattie sampai pada satu kesimpulan: Jika level korupsi di sebuah negara cukup stabil dan terprediksi, maka itu tidak akan menghambat pertumbuhan. Pebisnis hanya akan memperhitungkannya sebagai pajak. Dan tarif pajak yang tinggi juga bukan hambatan pertumbuhan, asal jelas dan terkendali.

Itulah jawaban teka-teki mengapa Indonesia bisa menjadi lebih makmur di bawah pemerintahan Soeharto yang korup. Sementara pada periode yang nyaris sama, Tanzania justru makin miskin di bawah pemerintahan Julius Nyerere, yang jujur dan bahkan diusulkan supaya diangkat menjadi Santo karena ia Katolik. Di Tanzania, Nyerere rupanya gagal mengendalikan birokrasinya. Walhasil, korupsi merajalela secara tak beraturan. Birokrasi yang korup memeras bisnis sampai pada level membunuh ayamnya, alih-alih memelihara untuk menunggu telurnya.

Sebaliknya, Beattie melihat korupsi di Indonesia pada zaman Soeharto mirip dengan yang terjadi di Korea Selatan. Ada pola yang teratur dan bisa diprediksi. Bahkan, pada derajat tertentu, korupsi di birokrasi adalah jalan pintas untuk mengatasi masalah gaji pegawai negeri yang sangat rendah.

Persoalannya, dengan turunnya Soeharto, jangan-jangan kini korupsi di Indonesia mulai bergeser menjadi gaya Tanzania di zaman Nyerere. Mungkin, intensitasnya berkurang, tapi korupsi tak lagi berpola. Jika Beattie benar, situasi ini jelas lebih berbahaya.
DI Akhir buku, Beattie mengutip Shakespeare : “Kita melakukan penyembuhan dengan kebohongan, manakala kesembuhan itu kita anggap datang dari surga: langit takdir”

Format PDF
Download 1
Download 2

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Jun 03

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan Buku Karya M. Hart yang bercerita tentang 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, buku tersebut juga sangat laris di Indonesia, ketika terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit, ini lantaran dicantumkannya Nabi Muhammad sebagai tokoh nomor satu paling berpengaruh dan mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, ketika itu saya menyadari ternyata biografi Tokoh merupakan cara agar Ilmu Sejarah menjadi menarik dipelajari, kesan Pelajaran Sejarah di sekolah sebagai Ilmu Hafalan yang membosankan dengan segera berubah begitu membaca Buku tersebut. Sementara melihat kondisi pengajaran Ilmu Sejarah di Dunia pendidikan Indonesia kondisinya sangat memprihatinkan, Ilmu Sejarah di mata generasi Muda adalah sesuatu hafalan yang membosankan dan Sejarah adalah Masa Lalu, bahkan sebagian dari generasi muda sekarang hanya mengenal zaman 30 tahun terakhir, tidak mengenal zaman Sukarno yang penuh retorika antikolonialisme. Bagi generasi muda ini, memahami zaman kolonial mungkin hampir sama seperti kita memahami Kerajaan Sriwijaya, Majapahit atau Mataram. Bagi Generasi Muda ini seakan-akan masa Indonesia Modern satu-satunya kenyataan dan Sejarah adalah Masa Lalu yang tak pernah dipikirkan.

Berangkat dari situ akhirnya ide timbul untuk menulis buku baru tentang cara pembelajaran sejarah yaitu pengenalan tentang tokoh tokoh berpengaruh yang cakupan wilayah pengaruhnya sebatas wilayah Indonesia plus Malaka, Singapura dan Timor leste. Tokoh Tokoh inilah yang telah membentuk bulat lonjongnya Sejarah Indonesia dalam rentang waktu 500 Sm hingga 2000 m.

Ada 50 Tokoh di uraikan disini, Semuanya saya kumpulkan dari Sejak tahun 500 SM hingga 2000 M. Dalam Mencari data-data terutama periode 500 SM - 1600 M, banyak sekali data-data yang sifatnya Mitos bercampur Fakta, contoh kecil saja data sejarah dalam Serat Kanda disebutkan peperangan antara pasukan Raden Fatah yang memberontak terhadap Majapahit di bawah Raja Brawijaya dan Maha Patih Gajah Mada, jelas ini bertentangan dengan fakta sejarah, mana mungkin Gajah Mada muncul lagi tahun 1478 dalam sejarah Demak. Tetapi bila menganalisa pengaruh tokoh-tokoh pada periode tersebut malah lebih mudah ketimbang tokoh-tokoh pada periode 1600 - 2000 yang justru lebih rumit menganalisa, karena cenderung sangat tumpang tindih dan berkaitan, misalnya mana lebih berperan, Sukarno atau Hatta dalam pendirian Negara Republik Indonesia, Apakah Tim Ekonomi Orde Baru sama berpengaruhnya dengan Suharto. Mana lebih berpengaruh Jendral urip S. atau Jenderal Sudirman dalam tubuh TNI. Siapa yang lebih berperan dalam Militerisme di Indonesia Suharto atau Nasution.
Topik utama buku ini pada dasarnya adalah Spekulatif Filosofi, Apakah Peranan sesungguhnya dari tokoh dalam sejarah. Apakah ia yang menentukan jalannya sejarah. Ataukah ia tak lebih dari alat yang kebetulan berada dalam kedudukan strategis saja. Untuk hal ini maka saya telah lebih dulu menempatkan sang tokoh dalam konteks sejarah yang kosmis sifatnya. Dengan begitu dapat dihindarkan saya terlibat dalam emosi kehidupan tokoh dan untuk menghilangkan anggapan bahwa peranan tokoh dominan, dalam hal ini riwayat tokoh itu adalah riwayat manusia biasa bukan riwayat orang Suci (HagioGraf).
Untuk menentukan dimana urutan tokoh berpengaruh tersebut ada dua kriteria utama dan satu kriteria tambahan, Pertama, apakah Tokoh tersebut telah berhasil membuat perubahan yang berjangka panjang dan luas, secara lebih tepatnya jangka panjang 50 sampai 100 mendatang. Kedua, seberapa besar peranan tokoh dalam peristiwa - peristiwa besar yang membuat perubahan tersebut. Dan yang terakhir adalah Dalih kemungkinan lain, dimana peristiwa tersebut sejumlah kecil orang-orang tertentu bertanggung jawab terhadap terjadinya peristiwa besar yang tanpa peranan mereka tak akan pernah ada. Dalam rangka penentuan urutan orang-orang ini –katakanlah kumpulan beragam manusia-manusia istimewa termasuk didalamnya Sukarno, Suharto, Jan Pieter Zoon Coen dan Sultan Agung — prestasi khusus mereka memperoleh bobot tersendiri, karena orang-orang ini secara pribadi memancarkan pengaruh yang mendalam, dalam arti makna yang sesungguh-sungguhnya
Untuk bisa menerapkan kriteria tersebut penulisan buku ini jelas memerlukan juga pengetahuan yang luas dan kesadaran sejarah yang dalam serta didukung oleh Imajinasi Historis, sehingga dapat juga saya menempatkan tokoh-tokoh dalam proporsi yang wajar, dengan menyadari kemungkinan berpengaruhnya hal-hal yang wajar dan spekulatif itu terhadap dirinya akan lebih mempermasalahkan soal-soal Metodologis, dengan kata lain bukanlah permasalahan spekulatif yang memukaunya yang sering bersifat misteri secara analogis.
Dalam menganalisa tokoh saya juga harus teliti untuk mengetahui dan merekam kejadian dan situasi yang mengitari kehidupan tokoh, untuk mendalami aspek-aspek struktural yang mengitari hidup tokoh, dengan begitu saya harus mencatat perbuatan atau tindakan yang dilakukan tokoh dalam konteks Historis yang telah diketahui.
Buku ini bisa di bilang sebagai suatu Studi Biografis Ringkas yang saya maksudkan pada dua tujuan, Pertama dalam buku ini saya berusaha memahami para tokoh yang memainkan peranan dalam Sejarah Indonesia Pra Modern dan Indonesia Modern, kedua juga untuk menggugah kesadaran sejarah yang kini telah mulai melebar-lebar sebagai akibat tak langsung keikutsertaan faktor kekuasaan dalam penentuan jenis dan arah kesadaran itu.

Ebook 50 tokoh

Ebook 50 tokoh

Download saja Buku ini dalam format Ebook

Pasti Di Balas

Download 1

Download 2

Passwordnya asrul.blogdetik.com

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
May 23

Sebuah Buku yang berjudul Ilusi Negara Islam tampaknya akan merupakan buku yang mengundang kontroversi, yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam garis keras, PKS dan HTI banyak sekali di sebut dalam Buku ini

Berikut ini di Kutip dari Kompascom http://oase.kompas.com/read/xml/2009/05/…

“Saya menilai buku ini sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya,” kata C Holland Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pimpinan Nahdatul Ulama (NU) mantan pimpinan Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu (16/5) malam.

Buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia.

Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Islam Transnasional itu, adalah suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum muslim dengan cara yang benar tanpa melalui kekerasan.

Buku setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah begitu.

Ia mengatakan buku yang diterbitkan dengan melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.

Nada Kontra pun datang dari HTI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyesalkan terbitnya buku ‘Ilusi Negara Islam’, Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Buku itu dikritik tidak menghargai demokrasi.

“Kita sudah membaca buku itu, buku itu penuh dengan tuduhan tidak berdasar. Dan buku itu justru tidak toleran, kalau kami disebut kelompok fundamentalis, kenapa kebebasan hanya milik mereka,” kata juru bicara HTI Ismail Yusanto

Dalam buku itu, HTI dimasukkan dalam gerakan Islam transnasional yang tergolong garis keras. Selain HTI, buku itu juga memasukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam gerakan tersebut.
 http://www.detiknews.com/read/2009/05/22…

Saat ini telah beredar berita ancaman pembakaran terhadap toko buku yang menjual buku tersebut, melalui sms. Namun Bambang Nuryono, Humas dan HRD Kompas-Gramedia mengaku belum tahu tentang buku tersebut. Pertama, justru saya baru tahu ada judul buku itu, katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (19/5). Dan pertama kali juga saya tahu bahwa ada ancaman beredar, imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Alvin, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia-Matraman. Ia mengatakan, saat ini di toko buku tersebut belum ada buku Ilusi Negara Islam. Belum ada di Gramedia, katanya.

Bambang malah balik bertanya dan meminta penjelasan tentang sms yang berbunyi, Gramedia diancam akan dibakar jika jual buku Ilusi Negara Islam. Gramedia lalu mengembalikannya ke Wahid Institute. Sms tersebut diterima Tempo sekitar pukul 17.00.

Bagi rekan yang penasaran ingin mengetahui isi buku ini sudah bisa mendapatkan versi ebooknya di internet. Ebook 325 halaman ini dapat anda download DI SINI.

Download 1

Download 2

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Catatan Kaki Teknologi Informasi