Sebuah Buku yang berjudul Ilusi Negara Islam tampaknya akan merupakan buku yang mengundang kontroversi, yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam garis keras, PKS dan HTI banyak sekali di sebut dalam Buku ini
Berikut ini di Kutip dari Kompascom http://oase.kompas.com/read/xml/2009/05/…
“Saya menilai buku ini sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya,” kata C Holland Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pimpinan Nahdatul Ulama (NU) mantan pimpinan Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu (16/5) malam.
Buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia.
Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Islam Transnasional itu, adalah suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum muslim dengan cara yang benar tanpa melalui kekerasan.
Buku setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.
Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah begitu.
Ia mengatakan buku yang diterbitkan dengan melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.
Nada Kontra pun datang dari HTI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyesalkan terbitnya buku ‘Ilusi Negara Islam’, Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Buku itu dikritik tidak menghargai demokrasi.
“Kita sudah membaca buku itu, buku itu penuh dengan tuduhan tidak berdasar. Dan buku itu justru tidak toleran, kalau kami disebut kelompok fundamentalis, kenapa kebebasan hanya milik mereka,” kata juru bicara HTI Ismail Yusanto
Dalam buku itu, HTI dimasukkan dalam gerakan Islam transnasional yang tergolong garis keras. Selain HTI, buku itu juga memasukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam gerakan tersebut.
http://www.detiknews.com/read/2009/05/22…
Saat ini telah beredar berita ancaman pembakaran terhadap toko buku yang menjual buku tersebut, melalui sms. Namun Bambang Nuryono, Humas dan HRD Kompas-Gramedia mengaku belum tahu tentang buku tersebut. Pertama, justru saya baru tahu ada judul buku itu, katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (19/5). Dan pertama kali juga saya tahu bahwa ada ancaman beredar, imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan Alvin, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia-Matraman. Ia mengatakan, saat ini di toko buku tersebut belum ada buku Ilusi Negara Islam. Belum ada di Gramedia, katanya.
Bambang malah balik bertanya dan meminta penjelasan tentang sms yang berbunyi, Gramedia diancam akan dibakar jika jual buku Ilusi Negara Islam. Gramedia lalu mengembalikannya ke Wahid Institute. Sms tersebut diterima Tempo sekitar pukul 17.00.
Bagi rekan yang penasaran ingin mengetahui isi buku ini sudah bisa mendapatkan versi ebooknya di internet. Ebook 325 halaman ini dapat anda download DI SINI.
Download 1
Download 2