Catatan Kaki Teknologi Informasi

10 February 2010

Sulitnya mencari Investor yang mengerti Bisnis It di Indonesia

Filed under: Opini — Tags: , , , — asrul @ 14:31

Pasti tahu tentang Silicon Valley, yaitu tempat di mana banyak bermunculan Perusahaan IT yang terkemuka seperti Google, SUN, CISCO, dan masih banyak lainnya. Ada dua faktor mengapa Silicon Valley bisa begitu, pertama kreativitas dan kedua entrepreneurship atau lebih dikenal kewirausahaan.

Faktor entrepreneurship di Silicon Valley sangat didukung dalam hal urusanmodal. Sangat mudah bagi pejuang-pejuang IT di sana yang punya jiwa kreatif untuk bisa mengimplementasikan hasil karyanya menjadi sebuah bisnis yang akan mendatangkan uang. Di Silicon Valley sana, tak terhitung banyaknya Venture Capital (semacam perusahaan pemodal sekaligus inkubator bisnis) yang bersedia menanggung resiko besar untuk para mahasiswa-mahasiswa Amerika yang ingin menjajal ide kreatifnya untuk dibisniskan.

Lalu bagaimana Di Indonesia, sebenarnya sudah ada dan bahkan cukup banyak pihak-pihak yang bersedia memberikan modal untuk para pengusaha. Tapi sayangnya, sedikit yang mau atau mengerti skema investasi di bidang IT. Berbisnis di bidang teknologi informasi ini butuh waktu yang lama sebelum akhirnya bisa memetik hasilnya. Lihat saja Sequioa Capital < http://en.wikipedia.org/wiki/Sequoia_Cap… >, salah satu Venture Capital pertama Google, yang bersedia memberikan sekian banyak modal kepada Google tanpa tahu persis bagaimana nantinya bisa mengkomersialkan Google. Waktu itu Google sama sekali belum berbentuk perusahaan yang punya keuntungan besar. Pada masa-masa awalnya, Google hanyalah sebuah website yang tampilan depannya bersih di rimba belantara web yang dilengkapi dengan sebuah textbox plus tombol bertuliskan search. Tidak lebih dari itu. Tak ada uang yang mengalir, tak ada prospek bisnis yang menjanjikan. Tapi kenapa Sequioa Capital tetap nekad memberikan dana untuk Google? Karena mereka tahu, besarnya prospek yang dimiliki Google. Mereka tahu bahwa akan banyak pengguna internet yang menggunakan Google. Jumlah pengguna yang massif inilah yang kemudian dilihat sebagai prospek. Bisa dibilang, prinsip para pemodal-pemodal IT di amerika itu: “Selama prospek penggunanya besar, Danai saja dulu, masalah uang pikirin nanti…“.
Akan hal disini , saya sudah merasakan bagaimana sulitnya mencari Modal buat sebuah Ide pengembangan IT Bisnis, bahkan ujungnya saya harus mengumpulkan modal dari kocek sendiri atau dari Pinjaman pribadi, yang tentu saja harus di bayar tepat waktu.

Sebagai contoh di Indonesia bagaimana terhambatnya Kreatifitas Para Development Game berbasis IT mendapatkan Modal usaha, bisa di baca di http://bengkelgame.blogspot.com/2009/04/…
Atau bisa di baca kisah sedih seperti ini http://fuadmuftie.wordpress.com/2009/03/…
Padahal kalau mau jujur SDM IT Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan SDM IT India, Cina atau Amerika
Coba aja baca Tulisan Bung Rahardjo http://rahard.wordpress.com/2006/09/29/k…

Jadi Kapan yah Indonesia Punya Silicon Valley, atau Mungkinkah Bandung bisa seperti Silicon Valley


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

4 Comments »

  1. artikel bagus sob, saya dukung perkembangan it di indonesia, biar ntar koneksi bisa lancar juga, jadi kalo komentar bisa cepet juga, hehhe :D , dah saya pasang juga :D

    Comment by Yahoo Vs Google — 18 February 2010 @ 06:54

  2. Memang sulit cari investor mas…kudu punya poposal bisnis yang ciamik…itupun belum tentu dapat mengingat iklim investasi untuk ukm di Indonesia kurang mendukung…salam kenal dari saya, Haris Jogja

    Comment by Haris_DokterBisnis.Net — 19 February 2010 @ 20:32

  3. Ada yang tahu tidak,dimana kita bisa mencari lembaga buat jadi investor?

    Comment by Dewi — 6 May 2010 @ 14:15

  4. terima kasih atas infonya, sangat membantu
    salam
    my blog @ Faidil

    Comment by faidil — 10 June 2010 @ 23:02

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment


Powered by WordPress