Mar 02

ADAM Hildreth, 24, meninggalkan bangku sekolah pada usia 16 tahun demi menjalankan bisnis situs jejaring sosial Dubit Limited. Tak puas dengan satu perusahaan, pada 2005, Hildreth mendirikan Crisp Thinking, sebuah perusahaan yang memproduksi peranti lunak untuk menangkal para pelaku kejahatan online. Hildreth pun disebut sebagai calon miliarder di masa mendatang.

Dalam kajian British Millionaires of the Future,dia diprediksi bakal memiliki kekayaan bersih mencapai 40 juta poundsterling pada 2020. Padahal, penghasilan bersihnya mencapai USD50 juta pada usianya saat ini. Dalam daftar anak muda terkaya di dunia versi Sunday Times pada 2008, Hildreth menduduki peringat ke-23 dengan nilai kekayaan 25 juta poundsterling. Bisa dikatakan, Hildreth merupakan salah satu enterpreneur sukses yang mulai bisnis pada usia belasan tahun.

Pada 1999 atau tepatnya ketika berusia 14 tahun, pria asal West Yorkshire, Inggris, ini mendirikan situs jejaring sosial yang diberi nama Dubit Limited. Situs itu pun menjadi agen pemasaran bagi anak muda.Tak mengherankan jika perusahaan seperti Coca-Cola memanfaatkan situs ini untuk menjaring konsumen dari kalangan muda. Ketika mendirikan Dubit Limited, peraih The Yorkshire Young Achievers Awards pada 2003 ini mengalami sedikit kontroversi karena meninggalkan bangku sekolah.

Ketika itu, dia ingin melawan secara positif pendapat gurunya bahwa untuk sukses dalam menjalankan bisnis harus meraih gelar sarjana. Jika ingin sukses bisnis di segala bidang, kamu harus kuliah di universitas terlebih dahulu, kata Hildreth menirukan perkataan sang guru waktu itu. Jiwa pemberontak Hildreth meluap.Ketika masih berusia belasan tahun, Hildreth mengungkapkan kepada sang guru, untuk menjadi enterpreneur sukses tak harus belajar ke universitas.

Saya tak setuju kalau sarjana pasti sukses! Banyak jalan ketika saya memulai menjalankan Dubit, paparnya. Saya membuktikan bahwa perkataan guru ekonomi di sekolah saya itu sangat keliru, imbuhnya. Dia pun memilih keluar dari sekolah pada usia 16 tahun atau dua tahun setelah mendirikan Dubit Limited. Untungnya,orang tua Hildreth mendukung langkah putranya.

Bisnis merupakan hal yang sederhana bagi saya,tuturnya tanpa menonjolkan kesombongan. Dia pun menjalankan Dubit Limited dari kamar tidurnya.Awalnya, saya mengelola Dubit Limited dari tempat tidur setiap sore dan hari libur,paparnya. Menurut Hildreth, para siswa yang keluar dari sekolah memiliki fleksibilitas untuk memilih antara sekolah atau bekerja.

Dia menuturkan bahwa seharusnya pemerintah memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan pilihan, bukannya memaksakan kehendak semata dari satu pihak. Hampir empat tahun, Hildreth menjadi memimpin Dubit Limited dan menjadikannya sebagai situs khusus anak muda yang paling sering diakses di Inggris.

Pada 2004, The British Broadcasting Corp (BBC) menjuluki Hildreth,saat itu berusia 19, sebagai salah satu dari 20 anak muda terkaya di Inggris. Ketika itu, nilai kekayaan mencapai 2 juta poundsterling atau mendekati USD3,7 juta. Cukup sampai di situkah prestasi Hildreth? Tidak! Peraih Young Entrepreneur of The Year 2006 versi CBI itu mendirikan bisnis lainnya, yaitu Crisp Thinking.

Perusahaan yang didirikan pada 2005 itu mengembangkan peranti lunak untuk melindungi anak-anak dari kejahatan online seperti pedofilia. Hebatnya, menurut penelitian Universitas Cambriddge, peranti lunak tersebut 98,4% efektif dalam mendeteksi percakapan online yang berbahaya.

Anti-grooming engine (AGE),peranti lunak untuk perlindungan anak-anak itu, dibuat Hildreth berdasarkan pengalaman dan pengamatannya mengenai melejitnya industri internet di Inggris dandunia. Kita membutuhkan lingkungan internet yang sehat, terutama untuk anakanak, tuturnya.Apalagi, menurut dia, para penjahat sekarang semakin lihai dalam pemanfaatan teknologi informasi.

Bagaimana model kerja AGE? Menurut Hildreth, peranti lunak AGE mampu mencari kata kunci seperti seks atau perawan dalam percakapan online di situs internet ataupun dalam percakapan. Bahkan, peranti lunak tersebut pun mampu mendeteksi tipe percakapan, kecepatan pengetikan,penggunaan struktur kalimat dan tanda baca,serta bahasa kekerasan.

Komputer mampu mencari perbedaan melalui kata- kata yang licik dengan beragam contohnya, paparnya seperti diungkapkan kepada Guardian. Selain misi untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, Hildreth pun bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menunjukkan siapa orang yang terlibat dalam kejahatan online.

Bahkan, dia juga memberikan 10.000 lisensi AGE secara cuma-cuma bagi para orang tua yang khawatir dengan keselamatan putra-putri mereka ketika online. Selain itu, Hildreth pun memberikan sejumlah dana kepada lembaga perlindungan anak-anak seperti BeatBullying.Anak-anak tidak ingin dikontrol oleh orang tua mereka ketika sedang online, tutur Emma-Jane Cross, direktur BeatBullying.

AGE memang efektif dalam mencegah kejahatan online,ujarnya. Ketika mendirikan Dubit Limited dan Crisp Thingking, Hildreth memanfaatkan jasa mentor. Pria kelahiran 25 Maret 1985 itu menyewa Mike Briercliffe,seorang konsultan bisnis ternama. Menurut Briercliffe, para enterpreneur muda mampu mendemonstrasi ide segar yang dapat diolah lebih mendalam. Suatu hari, dia (Hildreth) bakal menjadi superstar,ujarnya.

Menurut Hildreth, untuk menjadi enterpreneur diperlukan perubahan menyeluruh dalam pola pikir sejak masih anak-anak.Jika kita belajar bisnis langsung dengan model perhitungan dan kalkulasi modal,itu akan sangat membosankan, paparnya seperti dikutip Telegraph. Dia mengutarakan, jika ingin berbisnis,semuanya terkait dengan kreativitas dalam pemanfaatan pikiran Anda.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Catatan Kaki Teknologi Informasi