Di dinding lobi kantor pusat Google yang luas di Mountain View (California), sebuah proyektor secara live menampilkan sekelumit dari 2,5 milyar kata kunci yang dimasukkan ke mesin pencari Google setiap hari. Satu demi satu, setiap detik, kata-kata itu muncul, dan langsung tergeser hingga hilang dari pandangan: “Route 81 closed”, “weather”, “ground zero”, “obama moslem”. Ini adalah tanda visual tentang bagaimana orang-orang (720 juta per bulan diseluruh dunia) mengandalkan raksasa situs pencari itu untuk mencari link ke informasi, hiburan, produk, dan nyaris segala hal lain yang terpikirkan oleh mereka.
Setiap minggu dilantai atas gedung itu, 24 search engineer dan eksekutif Google tengah mengelilingi sebuah meja konferensi yang panjang; untuk berdiskusi dan saling menguji tentang bagaimana meningkatkan hasil pencarian Google, biasanya di Pimpin oleh Udi Manber, satu dari sembilan wakil presiden Google bidang rekayasa, orang-orang ini adalah para ahli Matematika yang bertugas memperbaiki Algoritma Pencarian Google.
Orang-orang ini menyadari lebih dari orang lain, bahwa meski Google mungkin telah mengalahkan situs mesin pencari lain, situs ini masih banyak melakukan kesalahan: link ke situs yang tidak relevan atau bahkan tak ada hasil sama sekali untuk kata kunci tertentu. Mereka juga tahu bahwa setiap hasil yang mengecewakan berarti semakin kecil kemungkinan seseorang mengklik Iklan (sumber utama pendapatan Google yang di tahun 2009 bernilai $22 miliar), dan juga makin besar ke mungkinan ia mencoba mesin pencari lain. “Kalau ternyata ada seseorang yang menawarkan layanan yang lebih baik daripada kami,” kata Manber, mantan eksekutif Yahoo! dan Amazon.com, dengan gaya bicaranya yang terkesan mengecilkan masalah, “itu menjadi perhatian kami.”
Lebih dari sebelumnya, saat ini Manber dan orang-orang pintar di kelompok kualitas pencarian tidak boleh lengah. Pesaing Google baru-baru ini telah berkembang, dari sedikit menjadi banyak. Menurut firma riset pasar Hitwise, pangsa pasar search engine Microsoft yang baru, Bing, bertambah 1.5% pada Agustus 2009 menjadi 9,5%. Pangsa Google turun dari 71,4% ke 70,2%. Pertumbuhan Bing sebagian disebabkan oleh kampanye pemasaran senilai $100 juta, lengkap dengan iklan TV yang menyerang setiap aspek Google, meski tak menyebut nama. Kesepakatan yang di jalin Microsoft untuk menjadikan Bing sebagai mesin pencari yang bekerja di balik Yahoo, sehingga menciptakan kekuatan gabungan yang menguasai 27% pangsa pasar, bisa menjadi pesaing besar pertama bagi Google setelah bertahun-tahun.
Selain itu, ada juga perusahaan-perusahaan baru seperti Twitter, Facebook, dan Wolfram Alpha, suatu “mesin pengetahuan” yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan faktual dengan cara yang lebih terorganisasi serta komprehensif. Nama nama ini menawarkan layanan pencarian Internet dalam bidang-bidang khusus seperti Break Tag news. kabar dari teman teman kita, dan kita riset ilmiah. Twitter misalnya telah menjadi tempat yang dituju para pencari berita untuk mencari tahu tentang kecelakaan pesawat atau berita-berita yang belum ditangani oleh Google. “Google sangat hebat untuk mencari konten dalam model perpustakaan,” ujar Kimbal Musk, CEO OneRiot, perusahaan baru yang menyajikan pencarian untuk kiriman-kiriman real time dan berita dari Twitter, Digg, serta situs sosial lain. “Twitter membuat orang sadar bahwa ada jenis pencarian lain yang mungkin.”
Tentu sudah banyak penantang Google yang jatuh terjerembab sebelum ini. Namun dalam jangka panjang, Twitter, Facebook dan layanan-layanan terkait mungkin mendatangkan ancaman yang lebih mendasar untuk Google: suatu pusat dunia internet baru, diluar mesin pencari. Twitter dengan 55 juta pengunjung perbulan dan Facebook dengan 300 juta pengunjung perbulan memberi pertanda akan suatu jaringan web yang baru muncul. Di sini, orang-orang tidak hanya membaca atau menonton materi, tapi juga berkomunikasi, berkolaborasi dengan rekan-rekan, dan mengerjakan hal-hal dengan bantuan layanan-layanan online. “Saat ini internet bukan hanya kumpulan laman dan situs, melainkan kumpulan aplikasi,” Ujar Anand Rajaraman, CEO Kosmix, yang memberikan panduan untuk topik topik spesifik di Web misalnya tentang kesehatan.
Selagi Internet berkembang, tidak ada jaminan bahwa fungsi pencarian, atau Google, akan tetap menjadi pusatnya. Belum lama lalu, portal-portal seperti AOL dan Yahoo mendominasi Internet sebagai tempat perhentian pertama yang dikunjungi orang-orang di web. Mereka berangsur tertinggal saat mesin pencari mulai membaik dan membantu memandu orang-orang mencapai laman yang mereka cari dengan cepat. Kini, Twitter dan yang lain menjadi significan dalam menggerakkan perhatian orang-orang ke situs Web - tujuan hidup Google. New York Times melaporkan bahwa 10% pengunjung NYTimes.com berasal dari Twitter. Di Balik peningkatan pesat yang dialami Facebook dan twitter ini, beberapa pemasar mendeteksi cara baru tentang bagaimana orang mencari informasi, berhubungan dengan teman-teman, dan mencari rekomendasi serta iklan untuk produk yang ingin dibeli. Kemampuan Twitter mencari modal ventura, yang memberikan penilaian $1 miliar untuk perusahaan yang belum memiliki angka pemasukan berarti mencerminkan potensi yang dilihat oleh sebagian orang.
Google sangat memahami jenis web yang baru muncul ini, mengingat investasi mereka dalam berbagai layanan seperti situs video YouTube, aplikasi-aplikasi online, dan bahkan suatu sistem operasi semisal Android. Namun perusahaan ini belum mampu mendatangkan pemasukan yang significan selain dari iklan-iklan yang terkait dengan mesin pencari. Ini menimbulkan keraguan tentang berapa lama mereka mampu bertahan sebagai pemimpin kunci ekonomi Internet.
Sementara itu, keberhasilan dan ukuran Google sendiri mulai menghambat mereka. Tahun lalu, perusahaan ini menjadi sasaran tiga penyelidikan antitrust di AS, plus satu penyelidikan di Italia. Yang terbaru, Departemen Kehakiman AS pada 18 September 2009 menyatakan perjanjian kontroversial antara Google dengan penerbit dan penulis buku (yang akan memungkinkan Google memindai serta menjual buku-buku tertentu.) harus diubah agar tidak melanggar undang-undang antitrust. Bahkan konsumen yang membayar kepada Google - pemasang iklan dan biro iklan - mengatakan mereka ingin mencari alternatif yang dapat mengumpulkan kekuatan Google. Roger Barnette, presiden firma search marketing SearchIgnite, mengatakan : “Orang-orang menginginkan keberadaan pemain nomor dua yang kuat dan memiliki skala yang layak.”
Tantangan-tantangan ini muncul pada saat yang krusial bagi Google. Google mulai mengalami transisi yang sulit menuju kematangan. Para pendirinya, Larry Page dan Sergey Brin, telah mengabaikan pemikiran korporasi konvensional sejak Google didirikan tahun 1998. Pada kuartal kedua tahun 2009, pertumbuhan pemasukan pertahun telah melambat menjadi 3%, dibandingkan dengan 31% pada 2008. Ini memicu PHK dalam skala kecil. Para analis umumnya menyalahkan kondisi ekonomi, dan memperkirakan pertumbuhan iklan yang terkait pencarian akan kembali pulih dengan cepat, ketika resesi mereda. Ini adalah satu alasan mengapa saham Google telah berlipat ganda, sampai nyaris 500 saat ini. Namun beberapa karyawan dan mantan karyawan Google mengatakan ukuran perusahaan telah membuat Google lambat bertindak. Dengan demikian, ini mengurangi daya tariknya di mata orang-orang berjiwa entrepreneur berbondong-bondong memasuki Google di masa masa awalnya. Google telah melihat kepergian beberapa nama besar dalam dua tahun terakhir ini.
Namun mereka yang meninggalkan divisi mesin pencari relatif sedikit. Google juga terus menarik teknisi-teknisi baru. “Kami masih banyak berinvestasi dalam mesin pencari,” kata CEO Google Eric Schmidt, dalam sebuah wawancara “Pertama, dan terdepan, kami adalah perusahaan mesin pencari.” Formula dan metode matematika Pencarian Google selalu di jaga ketat untuk menghalangi para kompetitor, dan mencegah para spammer mengelabui sistem.
Kelompok yang menjaga disebut Tim Search Engine, kelompok ini bermarkas di Building 43 dalam kompleks Googleflex yang luas di Mountain View. Sengaja dirancang bernuansa sederhana, lantai pertama menunjukkan sentuhan khas ala Google seperti lemari pendingin berisi jus Odwala gratis dan beberapa whiteboard besar penuh coretan ide-ide produk serta lelucon. Warna-warna dominan yang menjadi ciri khas perusahaan itu terlihat di mana-mana, bahkan sampai ke pines papan buletin. Setumpuk Lego berserakan di puncak tangga untuk para teknisi yang perlu istirahat sejenak dari membuat software. Di sebuah lorong, ada yang tengah pulas di atas MetroNaps Energy Pod, modul kursi semi privat untuk tidur sejenak. Sebagian besar lantai ke-2 yang berisi banyak anggota kelompok kualitas pencarian, menyerupai ruang bermain untuk sebuah keluarga besar yang beranggotakan anak anak yang sudah dewasa.
Tim ini terdiri atas beberapa ratus teknisi, banyak yang berasal dari luar AS dan beberapa memiliki pengalaman 20 tahun dalam teknologi Searching dan pencarian informasi sejak sebelum ada Internet.
Dalam konsep egalitarian Silicon Valley versi Google, kebanyakan orang - termasuk para eksekutif - berbagi ruang kantor berdinding kaca yang penuh sesak. Mereka berjejalan bersama banyak monitor berlayar besar, bersama sejumlah whiteboard dan post-it kuning penuh rumus, serta catatan tentang aspek-aspek misterius teknologi pencarian. Kantor Matt Cutts, pemimpin unit anti-spam, dan empat lainnya dipasangi tulisan diatas pintu: “What Could possibly go wrong?”
Itulah pertanyaan yang selalu dipikirkan Manber dan kelompoknya setiap hari. Google bisa mengklaim punya sejumlah terobosan pencarian selama 11 tahun berkiprah, mulai dengan terobosan formula PageRank oleh para pendirinya. Formula ini memberikan rating lebih tinggi untuk halaman-halaman yang di tautkan oleh banyak situs lain, karena mereka kemungkinan lebih membantu dibanding halaman-halaman yang memiliki tautan sedikit. Namun jelas para pria ini - dan segelintir wanita — menganggap melakukan pencarian dengan baik sebagai pekerjaan yang sesulit menyembuhkan kanker. “Tidak ada habis-habisnya problem yang sangat sulit, menantang, tapi luar biasa menarik untuk dipecahkan” ujar Scott Huffman, pemimpin unit evaluasi pencarian dan mobile search.
Belakangan ini, Google telah mengeluarkan serangkaian fitur yang menunjukkan mereka sangat memperhatikan persaingan. Salah satunya, Search Options, akan membuka sebuah bidang di sisi kiri halaman Google yang memungkinkan pencari mempersempit pencarian dengan kategori-kategori seperti buku, video, atau waktu. Seolah menyetujui pula apa yang dilakukan Twitter, pengguna dapat memilih entri 24 jam terakhir atau bahkan hasil-hasil terkini. Fitur lain, Google Squared, mengatur informasi berdasarkan topik, misalnya pemeliharaan anjing, sampai ke tabel dengan deskripsi, foto, dan masih banyak lagi.
Sebagian besar kontribusi kelompok kualitas ini kurang terlihat karena pekerjaannya kebanyakan terfokus pada algoritma fundamentalnya, yakni formula-formula matematis yang menentukan hasil mana yang muncul sebagai respons sebuah pencarian tertentu. Google mengadakan sekitar 5.000 eksperimen tiap tahun atas formula-formula tersebut dan membuat hingga 500 perubahan setahun. Ada perubahan sepele, semisal memperbaiki hasil yang dimunculkan atas pencarian-pencarian seperti “GM” dengan menyimpulkan apakah seseorang mencari perusahaan mobil besar itu atau mencari jabatan GM.
Jika misi Perusahaan Google adalah “mengatur informasi dunia dan menjadikannya bisa di akses dan berguna secara universal,” Manber menuturkan visi pencarian yang sama ekspansifnya. Ia mengatakan, meski konsep abad ke-20 adalah menaklukkan alam, konsep abad ke-21 adalah tentang memahami orang bukan hanya apa yang kata mereka sedang dicari, melainkan menyimpulkan apa artinya dari petunjuk-petunjuk perilaku yang terkecil sekalipun. “Pencarian adalah bagian besar dari itu semua, kemungkinan bahkan pemimpin dalam mewujudkannya,” kata Manber, lelaki intens tapi bersuara pelan yang jago memainkan alat musik yang berbeda.
Pekerjaan kelompok ini seringkali dimulai dengan keluhan. Para pengguna Google bisa menandai hasil yang jelek dengan mengklik link di akhir tampilan hasil. Dalam beberapa kasus, data yang dikumpulkan dari pencarian sampel standar yang terus menerus dikeluarkan komputer Google bisa mengindikasikan bahwa pengguna tidak mengklik beberapa hasil sebanyak atau dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan biasanya. Namun sebagian besar ide berasal dari para tehnisi Google yang terinspirasi. Pada rapat Selasa pagi yang dihadiri para pemimpin pencarian, briefing dari para kolega di seluruh Google bisa memicu lahirnya ide baru untuk meningkatkan pencarian. Para teknisi juga membuka mata lebar-lebar. Sembari menjelajahi pameran seni setempat, Cutts menulis nulis situs situs internet seniman yang tidak terkenal di notes kecil sehingga nanti ia bisa mengecek sebaik apa peringkat kemunculan mereka dalam pencarian — atau malah tidak muncul sama sekali.
Apapun sumbernya, kata kunci bermasalah dan usulan-usulan lain untuk perbaikan masuk ke kotak e-mail Amit Singhal. Lelaki ramah berusia 41 tahun yang menjabat Google Fellow (jabatan Google untuk para teknisinya yang paling mumpuni) itu memimpin tim pemeringkatan inti. Tugas mereka adalah menyediakan link link paling relevan ke halaman, video, dan informasi lain untuk setiap pencarian serta menyesuaikan algoritma ketika hasilnya terkesan tidak sesuai dengan pencarian. Perbaikan dijalankan sesuai dengan prosedur yang teratur. Para teknisi di tim tersebut pada dasarnya bisa menguji perubahan yang diusulkan di salah satu salinan Google untuk keseluruhan situs, yang disimpan pada jaringan komputer besar perusahaan tersebut. Begitu merasa sudah membuat perbaikan, mereka mengirimkan proposal tersebut ke unit evaluasi — pendeknya “eval”. Perubahan-perubahan ini bisa mempengaruhi banyak pencarian lain dengan cara yang tak terduga. Jadi, ini tergantung pada eval untuk menguji dengan lebih keras guna memastikan perubahan itu secara keseluruhan positif dan tidak terlalu mengganggu hasil-hasil lainnya.
Di tahun 2006 misalnya, ketika para teknisi mengusulkan update peringkat yang akan menyertakan lebih banyak hasil lagi terkait sinonim kata atau frasa yang diketikkan — secara teoritis dalam beberapa kasus akan menyediakan hasil-hasil yang lebih relevan. Sampel pencarian yang berjumlah besar sepertinya mengindikasikan bahwa rata-rata orang menyukai hasilnya. Yaitu misalnya ketika orang ingin mencari sebuah lagu mp3 dengan mengetikkan judul lagu mp3, maka akan muncul link untuk mendownload lagu tersebut.
Pengalaman itu menunjukkan aspek lain yang mengejutkan dari percobaan Google. Mereka terkenal dengan algoritma dan pendekatan yang berdasarkan datanya. namun Google juga sama bergantungnya pada sebuah jaringan global atau pemeriksa manusia, atau rater. Tugas para pekerja kontrak paruh waktu ini salah satunya memberi pendapat mengenai usulan-usulan perubahan dan apakah hasilnya lebih relevan. Kadang opini-opini mereka unggul. Beberapa tahun lalu, seorang tehnisi mengusulkan agar Google menyaring alamat-alamat dari halaman serta menampilkannya dalam situasi yang cocok, seperti jika seseorang mencari “MOMA New York”. Para penilai menyukainya. Setelah dilakukan tes langsung di Google, popularitasnya mengesahkan. Dan fitur ini akan segera diluncurkan. Sekitar 10 perubahan disetujui untuk di aktifkan secara langsung. Sekitar 10 perubahan disetujui untuk diaktifkan secara langsung tiap pertemuan Kamis pagi.
Bagi orang luar, perubahan-perubahan itu bisa terlihat remeh. Contohnya, beberapa tahun lalu, para teknisi sadar ketika Google mengembalikan halaman-halaman yang berguna ketika seseorang mengetik sebuah akronim seperti “CIA”, antara lain menyediakan link pada agensi pemerintah dan Culinary Institute of America, orang-orang butuh waktu sedikit lebih lama dari harapan untuk mengklik salah satu dari hasil-hasil tersebut. Jadi, di halaman hasil, Google memberi penonjolan dengan memberi huruf tebal pada nama lengkapnya. Dengan segera Google mendapat hasil lebih banyak klik sepanjang halaman dan lebih cepat pula. Seberapa cepat? menurut Singhal, barangkali sepertiga puluh atau seperempat puluh ribu detik rata-rata. Itu sama dengan sepersepuluh kecepatan kedip. “ini adalah ide kecil,” ujar Singhal. “Tapi kami punya tanggung jawab nyata sebagai sebuah perusahaan untuk menghargai waktu orang lain.”
Baru-baru ini, Google fokus menyediakan hasil yang lebih relevan pada wilayah-wilayah spesifik di seluruh dunia. Di India misalnya, disana orang-orang yang mencari “bank” tidak peduli soal Bank of America, meski bank itu tengah menjadi berita hangat. Jadi, Google telah mengulik-ulik algoritma untuk menekankan lokasi jelas sang pencari. Kini pencarian “bank” di situs Amerika, google.com, akan menghubungkan pada Bank of America dan Wells Fargo. Sementara itu, dalam situs pencarian Google yang sama di India, hasilnya akan menampilkan bank di area nya sendiri, HDFC bank dan ICICI bank. Itulah satu alasan kecil mengapa Google memiliki pangsa pasar lebih tinggi di banyak negara lain dibanding di Amerika, seperti 88% di India, menurut ComScore.
Yang membuat semua usaha memperbaiki pencarian ini menjadi lebih sulit adalah perlunya menyisihkan spam. Contohnya pemasar dari obat-obatan khusus pria atau penyedia piranti yang rusak secara kontinu secara terus menerus berusaha mengecoh algoritmat Google untuk menempatkan halaman mereka ke posisi yang tinggi. Cutts dan timnya terus mencari cara untuk mengenali mereka dan menghilangkan tampilan mereka dalam hasil. Di kasus lain, para Webmaster juga berlomba-lomba melakukan SEO BlackHat.
Peranan Cutts tentunya jadi incaran bagi para web master yang ingin agar web nya bisa tampil di halaman pertama pencarian Google, dala Konferensi Search Engine Strategies di San Jose, Cutts jadi bintang, tulisan blognya di pelajari dengan teliti, Cutts bertugas di sebuah panel yang disebut Extreme Makeover: Live Site Clinics”. Sementara itu tiga lusin webmaster menyodorkan kartu bisnis mereka. Situs pertama adalah kerajaan mainan seks yang yang disebut mypleasure.com. Cutts yang tenang menyarankan untuk mengganti URL atau alamat web dengan kata-kata yang lebih berkaitan dengan produk. Saat memeriksa situs toko departemen Midwestern, Cutts menambahkan, “Struktur URL Anda kurang lebih menjadi hambatan mesin pencari”, nasihatnya kepada para webmaster untuk menghilangkan tanda tanya dan simbol-simbol lain.
Alasan mengapa Google menjadi sangat berhasil tentu saja bukan hanya karena teknologi pencariannya luar biasa, melainkan karena mereka telah menyempurnakan cara untuk mencocokkan iklan pada hasil-hasil pencarian. Ratusan dari ribuan pengiklan di program AdWords mereka membidik lelang online untuk membeli keyword atau istilah yang tampak di query pencarian, yang diharapkan akan memicu iklan mereka untuk ditampilkan di sisi kanan atau atas dari halaman hasil pencarian. Sebagai contoh orang yang mengetikkan “Sony cybershoot” kemungkinan besar ingin membeli sebuah kamera digital. Dan para peritel yang membeli istilah tersebut lebih mungkin menarik klik atau penjualan. Pembelanjaan dalam iklan pencarian telah naik dalam tahun-tahun terakhir karena pengiklan cenderung mendapatkan banyak keuntungan dari uang mereka.
Seberapa efektif kinerja peningkatan pencarian yang mendasari iklan-iklan yang menguntungkan itu? Meski tidak ada seorangpun yang tahu dengan pasti pencarian siapa yang terbaik, sejumlah ahli independen terus menganggap Google sebagai yang terbaik di antara para pesaing. Dan menurut mereka pengganggu potensial tidak akan mengalahkan Google di bidangnya dengan cepat. “Tidak ada satupun dari mereka menjadi tantangan besar bagi Google,” ujar pakar pencarian Sullivan “Saya rasa Google masih lebih unggul secara kualitas.”
Setidaknya untuk saat ini , namun para tehnisi Google tahu bahwa mereka harus berpikir di luar kotak pencarian agar terus menjadi yang terdepan. Ada sebuah kontes baru baru ini yang disebut CSI, singkatan dari “Crazy Search Ideas”, yang meminta para tehnisi memasukkan perbaikan-perbaikan yang mereka pikir tak akan pernah disetujui karena terbilang aneh atau terlalu tak berarti. Sebanyak 118 masukan disisihkan menjadi empat, yang masih ditelusuri. Sambil memaparkan semua upaya tak biasa itu, setelah pertemuan Selasa pagi baru-baru ini, Manber merenungkan bagaimana mudahnya mendaki sebuah bukit dan merasa bahwa Anda ada di puncak dunia. “Kekuatiran saya adalah kita akan mandek saat kita berada di puncak bukit,” ujarnya,” dan bukan di bukit yang tepat.”
Ancaman di depan
Meski calon pesaing Google banyak yang gagal dan ramai diberitakan petarung baru terus bermunculan. Inilah beberapa di antara yang paling terkenal.

Microsoft membelanjakan $100 juta untuk memasarkan mesin pencari yang baru baru ini diluncurkan ulang. Pangsa pasar Bing naik dari 8% sampai 9.5% pada Agustus lalu. Sementara itu, pangsa pasar Google turun dari 71.4% menjadi 70.2%

Perusahaan mikroblog dengan pendanaan bernilai $1 miliar ini kini menangani setidaknya 37 juta pencarian dalam sebulan, hanya beberapa bulan setelah meluncurkan mesin pencari mereka. Namun jumlah itu masih sedikit dibanding pencarian Google yaitu 76 juta sebulan

Perusahaan dari Boulder (Colorado) ini adalah salah satu pemimpin dari sekumpulan mesin pencari real-time. OneRiot mencari berita-berita terkini dan posting di Twitter, Digg, serta layanan berbagi sosial lain.

Didirikan oleh Stephen Wolfram, pencipta program peranti lunak Mathemathica "mesin pengetahuan komputasi" ini bertujuan menyediakan jawaban definitif bagi pertanyaan faktual.

Sebagai salah satu dari beberapa layanan jawaban (termasuk Cha Cha, Mahalo, dan yahoo Answers) Aadvark menggerakkan teman-teman kita dan para pakar tematis untuk menyediakan respons cepat atas berbagai pertanyaan.







