Dave Winer, bapak RSS 2.0
Pernah dengar kata RSS, Mahluk apa lagi ini?, mungkin itu yang tersirat bagi para pengguna Internet yang end user, tetapi bagi seorang Blogger ataupun Web Developer, apalagi Web Desainer, kata RSS jelas istilah yang sangat membantu mereka dalam mengerjakan Tugasnya.
Untuk Indonesia, banyak situs berita terkemuka, belum menyediakan link RSS. Situs-situs berita seperti tempointeraktif, kompas atau detikcom ataupun situs-situs berita stasiun TV juga belum ada yang menyediakan RSS. mungkin secara teknis penyedia konten situs belum mengerti tentang soal RSS ini. Padahal situs-situs berita internasional seperti CNN, BBC atau Slashdot sudah menyediakan link RSS. Situs-situs resmi pemerintah bahkan amat langka ditemui RSS ini. Jadi RSS hanya populer di kalangan blogger Indonesia, komunitas produsen berita yang aktif dan terbuka.
Lantas apa gunanya RSS ini, saya kasih contoh begini Bayangkan anda mempunyai situs-situs favorit yang bisa anda kunjungi hampir setiap hari, atau bahkan lebih dari sehari anda mengunjunginya untuk membaca berita terbaru. Berapa banyak waktu yang akan anda habiskan hanya untuk mengunjungi sebuah situs, belum lagi, umumnya situs berita di Indonesia, kaya sekali dengan banner iklan (flash, applet, gif animated) di halaman depan. Padahal berita di halaman depan pun hanya secuil, dimana lebih detil mengenai berita tersebu anda bca di halaman dalam situs, dengan sekarung banner iklan lagi.
Bukankah jadi lebih hemat, jika pada situs-situs berita tersebut tersedia link RSS Feed? Sehingga anda tinggal memasukkan feed RSS tersebut ke dalam aplikasi personal feeder anda. Selanjutnya anda bisa atur waktu untuk mengambil secara otomatis setiap periode tertentu, etisnya anda boleh mengambil/memeriksa sindikasi berita anda paling cepat 30 menit sekali. Ini akan menghemat waktu dan bandwidth anda, karena tidak harus selalu mengunjungi semua situs-situs favorit anda. Anda cukup memeriksa headline-headline dalam feeder, dan memilih berita mana yang hendak anda baca, dengan langsung mengunjungi link berita tersebut di situs asalnya.
Bagi seorang Web Developer RSS jelas sangat membantu pekerjaannya, ini misalkan dalam satu kasus jika seorang Web Developer sedang membuat script parser untuk mengambil header berita (judul, subjudul, summary, pengirim, tanggal kirim) dari situs-situs favoritnya: bbc, cnn, linux weekly news dll. Akan muncul masalah jika pola situs yang diambil headernya berubah, maka dia juga harus mengubah script parser-nya untuk penyesuaikan. Pada saat itu, mungkin mengambil kepala berita semacam itu adalah hal yang tidak legal, padahal juga tidak mudah melakukannya.
Disinilah kegunaan RSS (Really Simple Syndication - RDF Site Summary). RSS adalah sebuah bentuk sindikasi konten (content syndication), yaitu membuat sebagian atau seluruh isi situs tersedia untuk digunakan sebagai layanan situs lain. Sindikasi konten tersebut bisa berupa isi konten itu sendiri ataupun metadata informasi mengenai konten disebut “feed”.
RSS pada awalnya muncul dengan nama RSS 1.0, tetapi seiring dengan berkembang Web menjadi lebih interaktif, maka muncullah RSS 2.0 Karena versi 2.0 adalah versi terbaru dan banyak di pakai. Di buatnya RSS 2.0 ini jelas tak bisa dipisahkan dari seorang Blogger ternama yaitu Dave Winer yang juga merupakan salah satu inventor podcastingdan salah satu blogger angkatan pertama. Winer mulai dengan blog miliknya bernama Scripting News, yang masih dapat dibaca dengan jelas, dan dibuat sejak 1997. Ia juga ikut menulis protokol SOAP, sebuah elemen instrumental dalam Web service tanpa operating system. Tetapi, RSS karyanyayang merupakan teknologi di belakang feed konten Webadalah yang mampu melambungkan namanya. Produk itulah, ditambah kemampuannya meyakinkan New York Times untuk melakukan RSS dan karyanya yang dapat dimodifikasi sehingga dapat mendukung file media (melahirkan podcast), menjadikannya sebagai bapak distribusi konten era modern.
Lahir di Brooklyn, New York City, tahun 1955. Dia adalah Seorang Software Development, pengusaha dan juga penulis. Perusahaan Softwarenya yaitu Living VideoText dan UserLand Software. Setelah lulus dari University of Wisconsin tahun 1979 Dave Winer melamar ke Personal Software dimana di sana Dave membuat produk sendiri dengan nama VisiText. Tahun 1981 Dave Keluar dan mendirikan perusahaan sendiri Living VideoText dan berkembang hingga 50 karyawan. Di sini software VisiTextnya dikembangkan menjadi ThinkTank yang akhirnya di pakai di Desktop Apple II tahun dan IBM PC.
Ketika Internet mulai populer pada era Munculnya Browser Netscape, Dave Pun mulai konsentrasi pada pengembangan XML yang awalnya di tujukan untuk Blognya Scripting News. Jadi kalau anda sudah mengerti fungsi RSS berterima kasihlah pada dave Winer.





