Dec 04

Perusahaan Antivirus mungkin tidak terlalu mendapat perhatian dari sebagian pemakai komputer, karena lebih teralihkan pada produknya, apalagi di sini jarang sekali yang mau pakai Software AV original, kebanyakan bajakan karena biasanya sudah terinstall lengkap kalau kita beli komputer.

Buat FlashBack saja saat ini Industri Anti Virus merupakan Pasar yang bernilai hampir $6.5 miliar pada tahun 2009. Tiga perusahaan AV terbesar saat ini adalah Symantec, McAfee dan Trend Micro. Trend Micro mendominasi pasar di Jepang, Symantec dan NAI McAfee menguasai Amerika Utara. Trend Micro adalah perusahaan Taiwan yang diangkat ke dalam stok market Jepang. Saat ini kantor pusatnya berada di Amerika Serikat.

Jadi mari kita coba jalan jalan Seperti apa seh Kantor Perusahaan tersebut

Symantec yang punya omset 6.2 miliar dolar US tahun 2009 ini berlokasi di Culver City, California.

 http://asrul.blogdetik.com/office-symant…

McAfee tahun 2009 bernilai 1.9 miliar dolar US, kantornya berlokasi di Santa Clara, CA.

 http://asrul.blogdetik.com/office-mcafee…

Dan terakhir Trend Micro yang beromset 1.029 juta dolar US, kantor yang saya ambil kantor yang di China.

 http://asrul.blogdetik.com/office-trend-…

Ternyata Bisnis Anti Virus itu memang bisnis yang benar benar serius

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Jul 24

Apa yang terlintas di benak kita bila komputer kita kena Virus Komputer, pasti terbayang Virus adalah peranti rusak atau pemangsa data yang akan “membunuh” PC atau Notebook sehingga komputer kehilangan fungsinya. Ternyata di tengah perkembangan Internet, Virus telah menjadi sesuatu pemahaman yang kompleks dari sekedar peganggu Komputer.
Virus Komputer sekarang punya kemampuan seperti :

  • Mencuri informasi rekening bank pribadi dan perusahaan.
  • Mencuri nomor Kartu Kredit
  • Mengadakan serangan DDoS, kemudian penghasut meminta uang untuk menghentikan penyerangan (sebuah raket cyber).
  • Menciptakan jaringan untuk server proxy Trojan. Jaringan-jaringan tersebut dapat digunakan untuk mengirim spam, dan untuk keuntungan komersial.
  • Menciptakan jaringan zombie yang di eksploitasi dengan berbagai macam cara.
  • Menciptakan program yang mengunduh dan menginstall adware ke mesin korban.
  • Menginstall penghubung Trojan yang secara terus menerus menelepon perusahaan Telekomunikasi dan sebagainya.

Semua itu telah berkembang menjadi apa yang disebut Kejahatan Dunia Maya (Cybercrime) yang disinyalir telah berlangsung lama dan masif. Di Indonesia Tanda-tandanya bisa diidentifikasi dari terjadinya lebih dari 50 juta serangan melalui web (Web Driven) ke komputer komputer yang mengunjungi web tersebut. Ini berlangsung sejak awal 2009. Paling tidak, setiap dua menit ada dua jenis malware baru yang menyusup. Sementara itu secara world-wide terdapat hampir 18 juta jenis malware baru yang berkembang pada 2008.

Dampak langsung dari penyusupan malware, menurut Norton Business Lead untuk Wilayah Asia Tenggara, Effendy Ibrahim adalah terjadinya transaksi gelap online. Tahun lalu, untuk kasus di seluruh dunia, transaksi ilegal itu mencapai Rp. 2,7 triliun. Untuk kasus Indonesia, sebuah data independen menjelaskan bahwa setiap tahunnya sekitar $5 juta transaksi dilakukan pemilik kartu kredit gabungan.
“Setiap detik terjadi empat aksi kejahatan internet. Pelakunya mencuri nomor kartu kredit, kartu identitas, data finansial, ataupun alamat email. Tindakan ini akan berakhir di pasar gelap online yang disebut underground economy,” kata Ibrahim.

Hal Hal inilah yang menjadikan banyak pengguna komputer mencari Software yang memproteksi dari tindakan kejahatan Cyber tersebut. Dan ini menjadikan pangsa pasar yang cukup menguntungkan bagi Lahirnya perusahaan perusahaan Anti Virus

Industri Antivirus adalah yang tidak terlalu terpengaruh oleh krisis ekonomi dari sektor TI lainnya. Tercatat bahwa sepanjang tahun lalu, Symantec (saham turun 15 persen) dan McAfee (saham turun 10 persen) telah mengambil hit yang lebih kecil dibandingkan dengan Nasdaq (turun 35 persen) dan Dell (turun 50 persen).

Data yang saya dapat dari IDC tentang total nilai bisnis AntiVirus cukup besar. yaitu $2.7 miliar tahun 2003, $3,3 miliar tahun 2004 dan sekitar $3.8 miliar untuk tahun 2005, $4.4 tahun 2006, $5.1 miliar tahun 2007, $5.7 miliar tahun 2008, dan sekitar $6.3 miliar di tahun 2009.

Semua perusahaan Anti Virus di bagi menjadi 3 kelompok. Pemimpin industri, perusahaan lapis kedua, dan lain lain..

Pemimpin industri ini termasuk symantec, Mc Affe dan Trend Micro, kegiatan perusahaan ini cukup mempengaruhi Industri AntiVirus

Tabel Lapis Pemimpin Industri
Keuntungan Pertahun dalam dolar US

Nama Perusahaan 2003 2004 2008 2009
Symantec 1,098 juta 1,364 juta 5,9 milyar 6,2 milyar
McAfee 577 juta 597 juta 1,6 milyar 1,9 milyar
Trend Micro 382 juta 508 juta 1,086 juta 1,029 juta
Computer Associates(USA) 61 juta 74 juta 4,3 milyar 4,2 milyar

Sumber Business Week Financial, Wikipedia, IDC

Tiga perusahaan besar ini menempati posisi tertinggi di seluruh pasar, dengan beberapa pengecualian (misalnya Trend Micro mendominasi pasar di Jepang). Symantec dan NAI McAfee menguasai Amerika Utara. Trend Micro adalah perusahaan Taiwan yang diangkat ke dalam stok market Jepang. Saat ini kantor pusatnya berada di Amerika Serikat.

Perusahaan Lapis Kedua mencakup perusahaan yang menghasilkan keuntungan yang lebih rendah daripada ketiga perusahaan besar di atas. Bagaimanapun perusahaan-perusahaan ini masih mendapatkan keuntungan tahunan sebesar puluhan juta dolar.

Tabel Lapis Kedua
Keuntungan Pertahun dalam dolar US

Nama Perusahaan 2003 2004 2008 2009
Kaspersky (Rusia) n/a n/a 415 juta 480 juta
Sophos (UK) 97 juta 116 juta 192 juta 215 juta
Panda Software (Spanyol) 65 juta 104 juta 239 juta 274 juta
F-Secure (Finlandia) 36 juta 51 juta 113 juta 125 juta
Norman ASA (Norwegia) 23 juta 31 juta 127 juta 142 juta
AhnLab (Korea Selatan) 21 juta 28 juta 60 juta 63 juta

Sumber Business Week Financial, Wikipedia, IDC

Kaspersky lab yang berpusat di Rusia juga termasuk di kelompok kedua, Namun baru setelah tahun 2008 memaparkan informasi keuangannya, dan termasuk yang paling cepat pertumbuhannya.
Untuk Norman di Indonesia cukup banyak pemakainya, karena Reseller Eksklusif Vaksin.com tergolong cukup aktif dalam memasarkan di Indonesia.
Mayoritas perusahaan lapis kedua mempunyai kehadiran nyata di pasar domestik, tetapi tidak begitu terlihat di pasar asing. Contohnya Untuk Norman, selain populer di Norwegia, di Indonesia cukup banyak pemakainya, karena Reseller Eksklusif Vaksin.com tergolong cukup aktif dalam memasarkan di Indonesia. Sophos adalah perusahaan yang paling sukses di Inggris, Panda di Spanyol, F-Secure di Negara Skandinavia dan Sebagainya.

Kelompok ketiga termasuk lusinan perusahaan Antivirus, yang paling terkenal termasuk :

  • Alwil - Awast (Republik Czech)
  • Arcabit - MKS (Polandia)
  • Doctor Web - DrWeb (Rusia)
  • ESET - NOD32 (Slovakia)
  • Frisk Software - F-Prot (Islandia)
  • GriSoft - AVG (Republik Czech)
  • Avira - Antivir (Jerman)
  • Hauri - VI Robot (Korea Selatan)
  • SoftWin - BitDefender (Rumania)
  • VirusBuster - VirusBuster (Hongaria)

Kelompok ketiga juga termasuk UNA dan Stop! (keduanya dari Ukrania) Rising dan KingSoft (Cina).

Mayoritas perusahaan dalam kelompok ini tidak mengumumkan informasi mengenai keuntungan. Hanya diperkirakan keuntungan setiap tahunnya adalah di bawah $10 juta.

dsc06063Bagaimana dengan Indonesia ?, menurut Managing Director Kaspersky Asia Tenggara, Gun Suk Ling, Nilai Bisnis AntiVirus di Indonesia mencapai $35 juta, tetapi hanya $20 juta saja yang riil, selebihnya telah diambil oleh produk-produk tiruan atau bajakan. Kendati demikian dengan populasi sebesar 240 juta penduduk, berikut pengguna Internet mencapai 25 juta lebih, Pasar Antivirus Indonesia tetap akan menarik, karena para “kreator” Virus makin lama makin banyak dan makin canggih. Pada 2019 diperkirakan mereka bakal kian merajalela, ini pula yang akan menjadi sumber uang bagi para perusahaan AntiVirus. Gun Suk Ling sendiri bilang “Setelah tahun lalu tumbuh 100%, tahun ini kami menargetkan melonjak 200%”. Hal ini juga di akui juga salah satunya adalah PT Optima Solusindo Informatika, agen tunggal Kaspersky di Indonesia. Kebutuhan software antivirus saat ini sudah mencapai 95% dari total populasi PC yang ada, kata Grace Iswara, Business Manager Distribution Division Optima Solusindo Informatika.
Nyatanya pula, menurut Grace, saat ini setiap bulannya software antivirus yang dipasarkannya rata-rata terjual sekitar 1.250 item. Padahal, harga per item-nya tidak murah lo, sekitar US$ 60. Dengan begitu, omzet yang diraup perusahaan ini setiap tahunnya bisa mencapai US$ 900 ribu. Dengan skala sebesar itu, Di dalam negeri, kami menguasai pangsa pasar sebesar 40%, kata Grace.

Tapi besarnya nilai pasar Industri AntiVirus Indonesia ternyata lebih dinikmati oleh Perusahaan AntiVirus Asing, ketimbang AntiVirus Domestik. Bisnis antivirus di Indonesia masih dikuasai oleh produk asing, seperti Symantec, McAfee, dan Norton. Padahal, kebutuhan software antivirus lokal amat penting. Soalnya, virus lokal kecenderungannya hanya bisa terdeteksi dan dibasmi oleh software buatan lokal. Hingga kini, menurut catatan , ada sekitar 5000-an virus lokal yang gentayangan. Dari populasi virus sebanyak itu, ironisnya, hanya dilayani oleh tak lebih 20 produsen software antivirus lokal. Kita bisa lihat dari 40 Antivirus Lokal, hanya baik yang masih dikembangkan oleh teamnya atau yang sudah tidak aktif. Semua antivirus ini gratis, dan memang sampai saat ini belum ada antivirus lokal yang berbayar. Dari 40 antivirus lokal ini, hanya 3 yang sudah maju dan unggul sehingga mempunyai banyak pengguna, ketiga antivirus lokal itu adalah secara berurutan PCMAV, ANSAV, dan SMADAV. Antivirus Lokal lainnya kebanyakan sudah tidak dikembangkan lagi dan sebagian lainnya tetap dikembangkan seadanya.

Agar lebih mudah dalam mengelompokkan 40 antivirus lokal ini, kita bagi menjadi 3 kategori. Kategori 1, adalah antivirus yang masih rutin dalam pengembangannya, dan memiliki banyak pengguna. Kategori 2, adalah antivirus yang masih dikembangkan tetapi belum rutin, dan masih memiliki sedikit pengguna. Kategori 3, adalah antivirus yang sudah tidak aktif dan tidak dikembangkan lagi.

Kategori 1

1. PCMAV (9)
www.virusindonesia.com
Inilah Antivirus Lokal yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia saat ini. PCMAV adalah pelopor antivirus lokal karena merupakan antivirus indonesia pertama yang diciptakan team antivirus majalah PCMedia dan mulai populer pada awal tahun 2006. Sampai sekarang PCMAV terus menunjukkan berbagai kelebihannya yaitu dapat mencegah dan membersihkan sebagian besar virus lokal hingga tuntas tanpa menghapus dokumen. Sayangnya, untuk melakukan pembersihan tuntas ini, PCMAV masih bergantung pada database virus lokal yang bisa kita update tiap minggu di situsnya. PCMAV juga sering merilis PCMAV versi khusus yang powerful untuk virus tertentu, misalnya PCMAV for Conficker dan PCMAV for Sality yang akan dirilis beberapa hari lagi. Kelebihan lainnya, PCMAV dapat digabungkan dengan CLAMAV (database virus internasional) untuk memperkuat pertahanan untuk mencegah virus yang mencoba menginfeksi komputer. Tapi, menurut banyak penggunanya, kekurangan PCMAV adalah loading-nya yang cukup lambat dan PCMAV sering gagal dipadukan dengan antivirus lain dalam satu komputer, mungkin kekurangan ini akan segera diperbaiki oleh team PCMAV.

2. ANSAV/AVI (8)
www.ansav.com
Ansav adalah antivirus lokal alternatif pesaing PCMAV yang mulai populer sejak oktober 2006. Ansav mempunyai komunitas besar (ansaver) yang sering berdiskusi di forum ansav, Team Ansav juga sering mengadakan seminar tentang virus & antivirus. Ansav mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki antivirus lokal lainnya, yang paling menonjol adalah sistem proteksinya yang sangat sensitif dan benar-benar tertanam sempurna di komputer, akibatnya dimana saja ada akses terhadap file maka akan langsung discan ansav, kekurangan sistem proteksi ini adalah kurang sempurnanya Ansav jika dipadukan dengan antivirus impor dalam satu komputer. Kelebihan lainnya, Ansav memiliki Plug-In (Add-on) yang bisa diciptakan oleh siapapun yang ingin membantu perkembangan tool pada Ansav. Ansav juga mempunyai teknik heuristik yang cukup banyak sehingga dapat mendeteksi virus dan tidak hanya bergantung pada database saja. Kekurangan Ansav adalah pada pembersihan virus, Ansav tidak melakukan pembersihan tuntas dengan melakukan pembersihan registry secara otomatis setelah virus terbunuh, jadi setelah komputer dibersihkan menggunakan Ansav akan menyisakan beberapa kerusakan oleh virus yang belum diperbaiki.

3. SMADAV (8)
www.smadav.net
Smadav mulai muncul pada Maret 2007 dan mulai awal 2009 mulai menunjukkan peningkatan pengguna yang signifikan, walaupun tidak sebanyak pengguna PCMAV dan ANSAV. Kelebihan Smadav adalah pada scanning yang sangat cepat dan scanning dan proteksinya yang ringan sehingga tidak banyak menggunakan resource komputer. Smadav mempunyai fitur-fitur manual sebagai senjata melawan virus lokal, jika user menguasai fitur-fitur manual ini maka semua virus lokal akan dapat dibersihkan walaupun belum terdeteksi oleh Smadav. Smadav juga akan membersihkan sampai tuntas infeksi dari virus, caranya dengan mendeteksi 1500 daerah registry dan memperbaikinya jika ada kerusakan. Sistem Proteksi Smadav dipastikan dapat digabung sempurna dengan antivirus lain manapun. Proteksi Smadav juga mampu mendeteksi hampir semua virus yang hinggap di Flashdisk. Walau tanpa update sekalipun, Smadav dapat menggunakan (teknik heuristik) kecerdikannya untuk mendeteksi file virus. Kekurangan Smadav mungkin belum bisa membersihkan tuntas virus impor (seperti conficker, sality, alman, dll), Smadav hanya bisa mencegah virus impor sebelum menginfeksi komputer.

Kategori 2
(antivirus yang masih dikembangkan tetapi belum rutin, dan masih memiliki sedikit pengguna)

4. EURA Antivirus (4)
www.enmicron.com

5. SMP (Simple Machine Protect) (4)
sourceforge.net/projects/smpav

6. ELKAV (3)
www.elkav.com

7. MORPHOST (3)
www.morphostlab.co.nr

8. KENDAL-AV (3)
kav2008.wordpress.com

9.GUCUP-AV (3)
antivirus.inf.uajy.ac.id

10. KISAV32 (2)
adizonne.wordpress.com

11. NAVI (2)
www.narpes32.com

12. MALEOAV (2)
maleosite.blogspot.com

13. PCPAV (2)
praktisi.blogspot.com

14. ALFATH-AV (1)
alfath-computer.blogspot.com

15. AVS-32 (1)
avs-32.blogspot.com

16. Anti-Indovir (1)
www.meysoft.co.cc

17. Virspector-AV (1)
www.virspectorantivirus.co.cc

18 XorexAV (1)
kholis.4shared.com

Kategori 3
(antivirus yang sudah tidak aktif dan tidak dikembangkan lagi)

19. PERADNYA (3)
Update terakhir : 29 Desember 2008
aptx.wordpress.com

20. ANTV (3)
Update terakhir : 13 Februari 2008
Download di 4shared

21. AVIGEN (3)
Update terakhir : 2 Januari 2008
www.vb-bego.net

22. SCANLIX (3)
Update terakhir : 29 Desember 2008
www.scanlix.com

23. OGAV (3)
Update terakhir : 6 Maret 2007
ognizer.net

24. TheKillerMachine (2)
Update terakhir : 1 Juni 2006
www.thekillermachine.isfun.net

25. Power Remover (2)
Update terakhir : 10 Maret 2008
www.donixsoftware.com

26. CAV (2)
Update terakhir : 3 Juni 2007
www.compactbyte.com

27. AVINDO (2)
Update terakhir : 25 September 2007
www.ahlul.web.id

28. OASAV (2)
Update terakhir : 29 Desember 2008
code-c.tk

29. ANDRE-AV (2)
Update terakhir : 22 Juni 2008
Download di 4shared

30. N-CODED AV (1)
Update terakhir : 9 Januari 2009
n-coded-antivirus.blogspot.com

31. JENONK-AV (1)
Update terakhir : 26 September 2008
jenonk.wordpress.com

32. KVS (1)
Update terakhir : 19 Juni 2008
eprojex.890m.com

33. SMART32 (1)
Update terakhir : 18 Desember 2008
smart32-antivirus.co.cc

34. MAWAR-AV (1)
Update terakhir : 13 Agustus 2008
mawar-av.blogspot.com

35. RIEYSHA-AV (1)
Update terakhir : 7 Agustus 2008
anharku.freevar.com

36. ALI-AV (1)
Update terakhir : 23 Juni 2008
alisoftware.wordpress.com

37. HPV (1)
Update terakhir : 9 Oktober 2007
yadoy666.blogspot.com

38. AV350 (1)
Update terakhir : 20 Juni 2008
www.geocities.com/charles_067/support350.htm

39. AVEL (1)
Update terakhir : 9 Februari 2008
avel.hostwq.net

40. Uplisoft (1)
Update terakhir : 28 Oktober 2007
www.uplisoft.com

Masih terbelakangnya industri Antivirus Lokal Ini karena kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap software masih rendah, pembajakan software antivirus terjadi. Di sisi lain kemampuan manajemen pembuat antivirus juga rendah, inilah yang kemudian membuat pengembangan software antivirus lokal banyak yang mati.
Selain faktor hambatan masuk ke industri, membangun perusahaan antivirus lokal tidak mudah. Ini karena tidak sekadar membuat program software karena ada ratusan ahli di belakangnya yang meliputi bidang software, jaringan, analisis virus hingga mesin software.

Jadi berminat untuk bisnis AntiVirus Lokal ?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Catatan Kaki Teknologi Informasi