Saat berita akan di Blokirnya BlackBerry di Indonesia karena tidak memfilter situs Porno, Menkominfo, Tifatul Sembiring, memperingatkan keras dan meng-ultimatium RIM (penyedia jasa handled BlackBerry) untuk membuat filter untuk memblokir pornografi di BlackBerry. Dan pada deadline yang di tentukan Pak Mentri, 21 Januari 2011 yang lalu, RIM menepati janjinya untuk membantu memblokir konten pornografi di BlackBerry.
Hasilnya, BB pun tidak jadi di Blokir dan Pak Tifatul pun senang sampai hal, sebagaimana yang Ia katakan di Twitternya.
Memang, konten-konten yang berbau sara, pornografi dan hal-hal negatif lainnya sudah secara otomatis terblokir dari BlackBerry. Tapi Pemblokiran itu hanya terdapat melalui Browser bawaan asli BlackBerry saja.
Jika kita cari kata kunci sex, pornografi, cerita dewasa, 17 tahun dan lain-lain di Google melalui browser BlackBerry, memang akan muncul beberapa list yang sesuai dengan kata kunci yang di cari, tapi ketika link itu di klik maka akan secara otomatis terblokir.
Tapi coba buka google melalui Opera dan Bolt, hasilnya tetap aja situs porno itu bisa terbuka. Bahkan untuk mendownload hentai, tidak ada halangan sedikitpun, baik dari filter yang digembor gemborkan itu maupun filter dari operator telekomunikasi (3, T-Sel, XL, dll).
DNS yang di haruskan adalah DNS Nawala, tetapi tentu saja kalau yang tak ingin kenyamanan Pornonya terganggu ada saja jalan keluar dari mereka untuk lolos dari pemblokiran tersebut. Mereka menggunakan OpenDNS atau DNS milik Google dan Web Proxy.
Web proxy merupakan layanan web yang memungkinkan pengguna mengunduh tampilan situs yang diinginkan. Selanjutnya, hasil dikirimkan kembali ke layar browser pengguna. Sederhananya, pengguna membuka situs target dengan perantara. Salah satu web proxy adalah a1proxy.co.cc.
Lantas sebenarnya siapa seh yang bodoh dan membodohi, menkominfo atau RIM ?







