Jan 25

Saat berita akan di Blokirnya BlackBerry di Indonesia karena tidak memfilter situs Porno, Menkominfo, Tifatul Sembiring, memperingatkan keras dan meng-ultimatium RIM (penyedia jasa handled BlackBerry) untuk membuat filter untuk memblokir pornografi di BlackBerry. Dan pada deadline yang di tentukan Pak Mentri, 21 Januari 2011 yang lalu, RIM menepati janjinya untuk membantu memblokir konten pornografi di BlackBerry.

Hasilnya, BB pun tidak jadi di Blokir dan Pak Tifatul pun senang sampai hal, sebagaimana yang Ia katakan di Twitternya.

Memang, konten-konten yang berbau sara, pornografi dan hal-hal negatif lainnya sudah secara otomatis terblokir dari BlackBerry. Tapi Pemblokiran itu hanya terdapat melalui Browser bawaan asli BlackBerry saja.

Jika kita cari kata kunci sex, pornografi, cerita dewasa, 17 tahun dan lain-lain di Google melalui browser BlackBerry, memang akan muncul beberapa list yang sesuai dengan kata kunci yang di cari, tapi ketika link itu di klik maka akan secara otomatis terblokir.

Tapi coba buka google melalui Opera dan Bolt, hasilnya tetap aja situs porno itu bisa terbuka. Bahkan untuk mendownload hentai, tidak ada halangan sedikitpun, baik dari filter yang digembor gemborkan itu maupun filter dari operator telekomunikasi (3, T-Sel, XL, dll).

DNS yang di haruskan adalah DNS Nawala, tetapi tentu saja kalau yang tak ingin kenyamanan Pornonya terganggu ada saja jalan keluar dari mereka untuk lolos dari pemblokiran tersebut. Mereka menggunakan OpenDNS atau DNS milik Google dan Web Proxy.

Web proxy merupakan layanan web yang memungkinkan pengguna mengunduh tampilan situs yang diinginkan. Selanjutnya, hasil dikirimkan kembali ke layar browser pengguna. Sederhananya, pengguna membuka situs target dengan perantara. Salah satu web proxy adalah a1proxy.co.cc.

Lantas sebenarnya siapa seh yang bodoh dan membodohi, menkominfo atau RIM ?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Nov 21

Pernahkah ketika kita sedang memakai modem TelkomFlash di notebook kita untuk berselancar ke Internet dan kita nyasar ke Situs porno, lantas yang terbuka malah muncul pesan

“ACCESS IS DENIED DUE TO SECURITY POLICY ENFORCEMENT”

itu artinya ISP yang anda gunakan menggunakan DNS Nawala, Apa itu Nawala, Menurut situsnya di nawala.org DNS, Nawala adalah layanan sistem penyaring berdasarkan nama Domain Name System yang didukung oleh berbagai pihak, yaitu pelaku bisnis warnet, Kemkominfo, dan PT. Telkom sebagai BUMN penyedia jasa layanan internet di Indonesia.

DNS Nawala secara spesifik menyaring segala jenis konten negatif, seperti Pornografi, Judi, situs Phising (penyesatan) serta situs yang mengandung Malware (software berbahaya).

Dengan sistem pengelolaan database terpusat pada server DNS, ia mempermudah pengontrolan terhadap berbagai situs negatif. Selain itu, tool ini juga melibatkan masyarakat umum yang setiap saat memberikan masukan tentang mana saja situs yang berkandungan negatif, sehingga bisa penggunaan internet lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif.

Tapi selama ini yang difilter oleh nawala itu pasti situs porno, ketika saya cari di google ternyata banyak juga yang mengkritik bahwa kerap kali nawala salah sasaran, coba simak salah satunya di Blog ini, http://formulablogger.com/access-is-deni….

“Niat Pemerintah RI untuk memblokir semua situs porno, berimbas pada situs-situs tertentu yang bukan situs porno ikutan tidak bisa diakses.
Bahkan saat menggunakan Telkom Speedy untuk akses infolinks.com, dan menggunakan Telkomsel flash untuk akses conduit.com ikutan terkena ACCESS IS DENIED DUE TO SECURITY POLICY ENFORCEMENT
Mengapa? Bisa terjadi seperti ini?.Sekali lagi Indonesia akan mundur Teknologi Informasi-nya. dan akan tertinggal dengan negara lain!!!!!!
Mengapa Tidak di blokir semuanya seperti Facebook, Blogspot, wordpress, dan Twitter!!!! biar kita semua terisolir dari Infomasi.”

Ada juga yang kasih tahu bahwa Google adsense juga kadang kena tembak juga, coba lihat di http://cossierandi.com/target-situs-porn…

“Saya harap Kemenkominfo akan lebih teliti dan segera men filter lagi situs yang mengandung unsur konten dewasa dan yang bukan konten dewasa. Dan yang penting jangan memblokir link dari Google Adsense. Banyak peblogger yang menggantungkan hidupnya dari Google Adsense. Termasuk saya, meski hanya bisa sekedar buat jajan coklat..”

Tapi ternyata Filter Nawala bisa di tembus juga, yaitu dengan merubah IP kita seakan akan kita ada di luar negeri. Tools nya sendiri bisa di download disini, pertama setelah kita download kita tinggal mengekstraknya lalu jalankan file RealHideIP-4.0.6.8.exe, lalu jalankan Patch.exe agar menjadi Full Version.

Dan setelah itu rubah Ip Address sesuai Zona Negara yang diinginkan, dan maka kita pun dianggap sedang tidak berada di Indonesia.

Jadi pesan buat Menkominfo Tifatul, cobalah perbaiki lagi Nawala nya, ternyata masih gampang di jebol tuh Pak…

Buat share juga disini Di Internet ada satu Situs yang berdedikasi agar orang bisa melakukan membuka blokir internet. Yaitu Floss yang menyediakan manual yang diberi nama How to Bypass Internet Censoship atau dalam bahasa Indonesia Bagaimana Cara Menembus Sensor Internet. MAnual ini dalam bentuk Ebook yang bisa di Download disini, semoga bisa membantu

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
Aug 15

59136_presiden_pks_tifatul_sembiring_Hari pertama bulan Ramadan kali ini, bagi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, adalah hari yang sibuk. Bukan karena dia banyak jadwal khotbah atau menghadiri sederet acara, melainkan karena hari itu akun Twitternya kebanjiran kecaman.

Tanggal, 11 Agustus 2010, Tifatul memulai misi baru: memblokir situs porno. Dia bekerja sama dengan 200 perusahaan penyedia jasa Internet di Indonesia. Misi itulah yang melahirkan ribuan kecaman.

“Kayak negara Taliban saja diblokir,” kata seorang pengguna Twitter. Yang mengomel, “Apakah tidak ada hal yang lebih penting untuk diurusi menteri?” Yang paling mengamuk adalah para pemilik situs baik-baik yang salah dimasukkan dalam daftar blokir. Situs Detik.com, misalnya, subdomain iklannya tak nongol karena blokir.

Tifatul pun punya alasan bahwa Pemblokiran bukan hanya milik Indonesia. Cara ini ada di mana-mana, tak peduli negara milik kaum Taliban, negara Islam moderat, bahkan negara komunis sekalipun. Cina, Iran, dan Arab Saudi melakukannya. “Ini amanat undang-undang,” kata Tifatul.

Tindakan Tifatul memang didasari Undang-Undang Antipornografi. Dalam aturan itu, para pengunduh gambar syur bisa dijerat.

Maka blokir pun dilaksanakan. Hasilnya? “Sembilan puluh persen situs porno atau sekitar 4 juta situs telah terblokir,” ujar Tifatul bangga. Sementara saya sebagai praktisi IT, cuman bisa bilang.. apa iya semudah itu sudah diblokir.

Orang yang lama berkecimpung di dunia Internet pasti mafhum: mustahil memblokir semua situs porno. Bahkan di Arab Saudi, yang blokirnya superketat, pun bisa jebol. Gara-garanya hanya sebuah software kecil yang bisa diunduh dan disimpan di flash disk. Di Indonesia, walau tak sempurna, ada sistem blokir dan sistem pengaman tambahan yang bisa dilihat di situs www.nawala.org.

Software ini, entah insinyur mana yang membuatnya, memang ampuh. Cukup unduh software ini, simpan di flash disk, lalu jalankan programnya. Benteng Internet Arab Saudi dijamin jebol. “Sekarang pengunduh software itu di Arab sudah lebih dari sejuta orang,” kata seorang kawan.

design_news_29_06_22Itu baru satu soal, yakni seberapa hebat benteng software pengaman. Masalah lain adalah saban hari kini muncul situs porno baru yang dibuat oleh pengguna Internet. Istilah kerennya adalah Social Porn atau Porn 2.0. Seperti prinsip Web 2.0, penggunalah yang berlomba-lomba mengunggah konten porno. Berdasarkan data Alexa, empat situs Social Porn ada di deretan atas situs dunia. Mereka ada di peringkat ke-52 sampai ke-93 dunia.

Bagaimana mau melawan situs porno? Hari ini ia memakai alamat xxx.com, besok dia berganti nama, misalnya, menjadi kampus.info. Mati satu tumbuh seribu. Yang mengerikan, foto-foto baru terus muncul.
Demam Web 2.0, yang mengajarkan narsisme, juga menjalar ke pornografi dan menjelma menjadi Porno 2.0.

Fenomena ini sudah diamati Sony Adi Setiawan, penulis buku 500 Plus, Gelombang Video Porno Indonesia. Temuan Sony cukup mencengangkan. Pada 2007 saja, Sony menemukan 500 video porno amatir.
Sekarang jumlahnya diperkirakan membengkak berkali-kali lipat. Yang lebih gila, ternyata 90 persen video porno amatir Indonesia dibuat oleh anak sekolah menengah atas dan mahasiswa. Sisanya, menurut temuan Sony, berasal dari rekaman di kamar prostitusi (8 persen, termasuk yang dilakukan pejabat pemerintah dan wakil rakyat). Yang paling sedikit, 2 persen, dari kamera pengintai (lihat tren melihat gambar porno saat Ramadan dan non-Ramadan di http://tweetphoto.com/38022682).

Jumlah itu kini berlipat ganda, bahkan kian membabi-buta perkembangannya, setelah beredarnya video Ariel-Luna Maya dan Cut Tari.

Bagaimana pemerintah bisa melawan Porno 2.0, yang luar biasa? Akhirnya, kunci segalanya adalah pada pendidikan dan kesadaran pribadi

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google

Catatan Kaki Teknologi Informasi